Penebangan Pohon Di Sempadan Sungai, Diduga Nabrak Aturan Tanpa Koordinasi Dengan Dinas Terkait

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|BANYUWANGI – Diperoleh informasi dari salah satu narasumber peduli lingkungan yang enggan disebut identitasnya di media sebut saja “HS” Sabtu 7/8/2021. Diketahui ada kegiatan penebangan Pohon jenis Pohon Bendo ukuran besar di wilayah Sempadan Sungai oleh warga.

Penebangan di sekitar aliran sungai produktif wilayah Kampung Busek Desa Pengatigan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan informasi dari “HS” tersebut awak media via seluler (WhatsApp) konfirmasi Kepala Desa Pengatigan, apakah kegiatan penebangan Pohon oleh oknum warga tersebut ada koordinasi atau sepengetahuan Pemerintah Desa. Dijawab singkat oleh Kepala Desa Pengatigan, “Boten (tidak)”.

Berikut awak media via seluler (WahtsApp) pula, konfirmasi soal yang sama kepada Korsda Pengairan Rogojampi, apakah pihak yang melakukan penebangan Pohon diduga wilayah Sempadan Sungai ada etikat baik koordinasi kepada Korsda setempat. Tak beda dengan jawaban Kepala Desa, Korsda Rogojampi yang akrab dengan panggilan Eko memberikan jawaban, “Belum”. Lanjut mengatakan, “Coba tak konfirmasi sama jurunya”.

Bak gayung bersambut, ternyata adanya kegiatan penebangan Pohon Bendo di Kampung Busek Desa Pengatigan itu. Juga diketahui oleh salah satu unsur Lembaga (LSM) yang dikenal dengan nama panggilan keseharian Yanto. Hanya saja menurut Yanto saat ditinjau ke lokasi kegiatan penebangan Minggu 8/8/2021 sudah usai dan kayu tebangan juga sudah tidak ada, hanya terlihat bekas-bekas pengerjaan.

Lanjut Yanto aktivis pemerhati lingkungan merespon kejadian tersebut, dengan tegas mengatakan bahwa penebangan pohon di Sempadan Sungai nabrak aturan tidak diperbolehkan apalagi Pohon Bendo. Harusnya pihak yang berwenang dalam hal ini Dinas terkait setempat tindak tegas pelaku penebangan sesuai dengan Peraturan yang berlaku dan UU tentang Lingkungan Hidup.

Tak hanya itu, Yanto bermaksut akan lacak siapa warga yang melakukan penebangan diduga ilegal itu. Dan mengatakan akan menyikapi lebih lanjut ke Dinas karena diduga ada bentuk pembiaran.

“Lembaga saya akan menyikapi lebih lanjut ke Dinas, karena menurut saya yang pihak terkait ada bentuk pembiaran dalam pengawasan wilayahnya”, tegas dan pungkas Yanto. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *