Sebanyak 887 Tenaga Pendidik Dan Guru Kecamatan Burneh Mengikuti Vaksinasi

  • Whatsapp

BANGKALAN | Kabaroposisi.net – Pemerintah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, terus melakukan langkah percepatan pada pelaksanaan vaksinasi tenaga pendidik di beberapa Kecamatan.

Kali ini sasaran tersebut, Kecamatan Burneh dengan jumlah peserta sebanyak 887 orang, terdiri dari Korwil Bidang Pendidikan setempat, PAUD, UPTD SD Negeri/Swasta dan UPTD SMP Negeri/Swasta.

Bacaan Lainnya

Proses vaksinasi itu dibagi menjadi tiga shift. Shift pertama dilakukan pada pukul 08.00-09.30 dengan jumlah peserta sebanyak 200 terdiri dari Korwil dan PAUD, kemudian shift kedua pada pukul 09.30-11.30 sebanyak 402 peserta terdiri dari UPTD SD Negeri/Swasta dan shift ketiga pukul 11.30-13.00 sebanyak 254 peserta terdiri dari UPTD SMP Negeri/Swasta.

Adapun vaksinator terdiri dari 5 tim antara lain, tim 1 Puskesmas Burneh, tim 2 Puskesmas Tanah Merah, tim 3 Puskesmas Galis, tim 4 Puskesmas Arosbaya dan tim 5 Puskesmas Banjar.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Bambang Budi Mustika, M.Pd meninjau langsung kegiatan pelaksanaan vaksinasi guru dan tenaga pendidik tersebut.

Foto Kadisdik Bangkalan bersama Korwil saat meninjau peserta vaksin

Menurutnya, vaksinasi itu akan dilakukan secara maraton. Diawali dari Dinas Pendidikan, Kecamatan Kota, Kecamatan Socah, Kecamatan Kamal dan hari ini Kecamatan Burneh.

“Mungkin minggu depan kita akan susun jadwal untuk kecamatan-kecamatan yang lain,” kata Bambang kepada media kabaroposisi.net, sabtu (13/3/21) siang.

Selain mencegah penularan Covid-19, pelaksanaan vaksinasi ini juga dapat mempercepat pada proses Pelajaran Tatap Muka (PTM), oleh sebab itu guru dan tenaga pendidik menjadi salah satu prioritas penerima vaksin.

“Kegiatan ini juga termasuk percepatan PTM, sebab guru adalah salah satu pelayanan umum. Jadi kalau nanti sudah melaksanakan PTM semua warga pendidikan akan merasa tenang.

“Untuk hari ini, yang mengikuti vaksin sekitar 887 orang terdiri dari PAUD, SD, SMP datanya diambil dari dapodik, kemungkinan nanti akan bertambah sebab yang tidak masuk pada dapodik juga kami vaksin,” tuturnya Bambang. (Sul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *