Lelang Songkok Gus Makki & Cincin Berlian Irma, Jadi Saksi Dan Sinyal Semangat Perubahan

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Masih pada seputar acara Konsolidasi Akbar Banyuwangi Muda Bersatu (BMB) di Aula Agro Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Minggu 15/11/2020, sebagaimana pada pemberitaan sebelumnya. Kehadiran Irma Lumiga desiner terkenal dan pegiat UMKM, juga kehadiran KH. Ali Makki Zaini (Gus tokoh ulama’ Kabupaten Banyuwangi memberi warna tersendiri.

Irma Lumiga pada kesempatan tersebut mengapresiasi sekali dengan semangat anak-anak muda Banyuwangi yang disebutnya sangat cerdas mau berfikir tentang kemajuan Banyuwangi.

“Saya pingin mengatakan, saya akan menjelaskan bahwa kalian semua yang hadir di sini sangat luar biasa, kalian adalah aset kebanggaan Kabupaten Banyuwangi. Dan karena tadi disinggung soal perubahan, maka yang ada ini harus mengawal pemilihan Bupati tanggal 9 desember nanti, amankan suara Paslon 01 di lingkungan sendiri-sendiri. Oleh karena itu mari bergabung bersama sedulur Irma, kita bersama-sama kawal untuk kemenangan 01”.

Lanjut Irma ajak anak-anak muda pantau dan awasi di lingkungan masing-masing agar tidak terjadi money politik. Apapun alasannya menurut Irma, money politik adalah tindakan yang tidak dibenarkan dan itu adalah jalan curang meraih sebuah kekuasaan atau jabatan. Dan money politik adalah biang terjadinya korupsi.

Pada kesempatan yang sama Gus Makki selaku tokoh ulama’ Banyuwangi, terketuk oleh semangat perubahan oleh pemuda Banyuwngi. Yang karena demi menuju perubahan bermaksut membuat saksi independen untuk disebar di tiap TPS. Karena menurut Gus Makki saksi-saksi dalam tugasnya nanti pasti butuh oprasional maka perlu dipikirka.

Di luar dugaan dan tak terpikirkan sebelunya oleh panitia demi membantu untuk oprasional saksi indenpenden kawal suara 01. Gus Makki saat itu spontan ajak Irma Lumiga urunan, Gus Makki awali dengan melepas arloji yang dipakainya untuk dijual, dan Irma Lumiga lepaskan cincin berliannya. Lebih mengharukan lagi, Gus Makki tawarkan sendal Lily yang dipakainya laku 500 ribu, merambat lagi Gus Makki lepas baju yang dipakainya ditawarkan laku 260 ribu, terakhir Gus Makki buka songkok yang dipakainya ditawarkan dan dibeli oleh Michael 10 juta yang kemudian ditambahi lagi oleh dr. Agung anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi Demokrat sebanyak 10 juta. Jadi songgko Gus Makki total terjual senilai 20 juta rupiah.

Tak hanya itu Irma sengaja mohon ijin kepada Gus Makki untuk turun bawa slayernya keliling minta sumbangan kepada hadirin. Saat Irma keliling bawa slayernya dibantu dan diringi dengan bacaaan sholawat. Tetes air mata haru dari hadirin sambil letakkan uang ke dalam slayer tak terbendung, terlebih Irma Lumiga.

Berikut Gus Makki mengatakan, salah satu ciri pemuda tidak takut jadi kere, salah satu ciri pemuda itu tidak takut kehilangan pangan karena hanya beda dengan penguasa. Banyuwangi membutuhkan pemuda yang tidak punya rasa takut, Banyuwangi membutuhkan yang tidak cemen apalagi pemuda yang harganya hanya 50 ribu, 100 ribu.

Sekilas petuah dari Gus Makki kepada anak-anak muda disampaikan bahwa hamba itu tidak akan didiamkan oleh Tuhan nanti sampai ditanya dua hal. Satu umurnya ditanyakan untuk apa umurnya digunakan, yang kedua untuk apa usia mudamu digunakan. Yang kemudian disambung dengan ungkapan bangkitkan semangat anak-anak muda Banyuwangi.

“Saatnya pemuda Banyuwangi bersatu, saatnya pemuda Banyuwagi menciptakan sejarah, saatnya pemuda Banyuwangi berjuang. Jangan takut..jangan takut sama dayang-dayang. Yang muslim yang non muslim, ini Banyuwangi. Jangan ada sekat agama, jangan ada sekat miskin dan kaya, jangan ada sekat gender. Semua sekat-sekat itu kita hapuskan hari ini, kita satukan satu tarikan nafas, kita satukan tarikan jiwa kita. Bagaimana Banyuwangi ke depan lebih baik, bagaimana Banyuwangi ke depan lebih berakhlaq, bagaimana Banyuwangi ke depan lebih memberikan peran bagi anak-anak muda untuk berkreasi”, tegasnya.

Dipenghujung penyampaiannya Gus Makki memacu semangat anak-anak muda yang tergabung dalam Banyuwangi Muda Bersatu (BMB).

“Saya yang sudah tidak muda lagi..maaf…saya yang oleh Allah diberikan fisik yang seperti ini…tidak ada yang saya takuti. Saya hanya takut kepada Allah Swt. Kalian yang masih usia muda..kalian yang punya fisik jelas..kalian yang diberi fisik sehat tidak sama dengan saya fisiknya. Kalau kalian takut hanya karena kehilanga pangan karena berbeda dengan penguasa saat sekarang, berhenti jadi pemuda”, support dan pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *