Di Hari Pahlawan, Cabup 01 Yusuf Widyatmoko Berpesan, “Jangan Lupakan Sejarah”

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.| BANYUWANGI – Bertempat di RTH Maron Genteng Banyuwangi berlangsung acara gelar seni oleh Asosiasi Seniman Asli Banyuwangi Selasa 10/11/2020. Acara tersbut digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan.

Selain artis-artis senior seperti Catur Arum, Sumiyati dan seniman lainny, dihadirkan dalam acara tersebut oleh Panitia Cabup Paslon 01 Yusuf Widyaymoko, S.Sos juga salah satu Tim Pemenangan Paslon 01 Michael Edy Hariyanto, SH. Panitia sengaja adakan kegiatan tampilan seni tari, seni vocal, dan lomba mewarnai gambar oleh anak TK dan SD se Kecamatan Genteng.

Muhson Fadilah, SE dalam keterangannya menyampaikan acara tersebut dalam rangka memperingati hari Pahlawan.

“Kegiatan ini selain kita ada gelar seni vocal, seni tari juga lomba mewarnai gambar. Lomba mewarnai gambar diikuti oleh anak-anak TK dan SD. Kami ada di Asosiasi Seniman Asli Banyuwangi, yang mana Asosiasi ini kita gunakan sebagai penyaluran dan pengembangan bakat dan seni mereka termasuk anak-anak yang punya bakat seni lukis, seni vocal, dan seni tari”, tuturnya.

Sebelum acara dimulai, Yusuf setiba di lokasi acara samperi anak-anak TK, SD yang sedang ikuti lomba mewanai gambar Pahlawan. Kemudian dalam acara tersebut oleh Panitia Cabup Paslon 01 Yusuf Widyatmoko diberi kesempatan memberikan sambutan. Inilah kutipan sambutan Cabup Paslon 01 Yusuf Wisyatmoko di Hari Pahlawan.

“Pagi ini kita bersama-sama di sini berkumpul bertatap muka di RTH Maron dalam rangka memperingati hari Pahlawan. Di mana hari ini tepatnya tanggal 10 Nopember, 45 tahun yang lalu di Surabaya terjadi pertempuran perebutan  antara pejuang-pejuang kita memperebutkan Surabaya yang sekarang disebut sebagai Kota Pahlawan dari Penjajah Belanda”, mukaddimahnya.

Oleh karena itu lanjut Yusuf menyampaikan pesan moral kepada hadirin sekalian,

“kita tidak bisa melupakan sejarah, kita tidak bisa melupakan yang tua, kita tidak bisa melupakan yang sepuh-sepuh dalam perjuangannya. Sekarang ngetren istilah jaman milenial, tetapi jangan lupa bahwa milenial tidak akan pernah ada tanpa ada yang sempuh-sepuh para pejuang-pejuang. Maka kita tidak boleh melupakan sejarah, sejarah merupakan tunggak perjuangan bagi yang muda-muda”, pesannya.

Berikut Yusuf sampaikan ajakan untuk menconto para pejuang, mereka berjuang tanpa pamrih. Dan sekarang ini terjadi di Banyuwangi yaitu telah lahir relawan-relawan yang tanpa pamrih. Yusuf sebut bahwa sekarang yang berada hadir acara tersebut relawan-relawan dari artis-artis dan seniman senior Banyuwangi.

“Di Banyuwangi sekarang lahir relawan-relawan yang menginginkan perubahan. Ini adalah relawan yang berjuang tanpa pamrih, semuanya membiayai dirinya sendiri, mereka membuat kaos sendiri, membuat banner sendiri, membuat stiker sendiri. Mereka berjalan dengan biaya sendiri, semua ini karena mereka menginginkan adanya pergantian Kepala Daerah yaitu Bupati. Menginginkan perubahan supaya ke depan Banyuwangi lebih baik”, ungkapnya.

Diakhir sambutannya Yusuf lebih mempertegas lagi dengan mengatakan,

“Maka mari kita bersama-sama membangun Banyuwangi, kita tidak bisa sendiri-sendiri kita harus bersama-sama. Mari kita berjuang membangun untuk mensejahterakan masyarakat Banyuwangi. Saya dan Gus Riza tidak ada apa-apanya tanpa relawan-relawan semuanya. Mari kita bangkit kita bangun Banyuwangi dengan baik supaya lebih maju, masyarakatnya lebih sejahtera. Para seniman, budayawan nanti kita beri tempat semuaya dan menangkana Yusuf Riza untuk prubahan Banyuwangi”, pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *