Ranjang Lokalisasi Blibis, Saksi Bisu Penjual Lauk Pauk Keliling Jelang Ajalnya

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | Banyuwangi – Sekira pukul 19:30 Wib warga penghuni Lokalisasi di Dusun Blibis Desa Patoman Kecamatan Blimbingsari Kabupaten Banyuwangi. Dibuat panik dengan kejadian meninggalnya pengunjung Lokalisasi yaitu seorang penjual lauk pauk keliling diduga karena over dosis obat kuat untuk hubungan khusus.

Kebenaran informasi awak media dapatkan dari salah satu tokoh masyarakat Dusun Blibis Supri (Bokir) membenarkan atas kejadian tersebut. Ditanya kronologis kejadiannya, Supri alias Bokir tidak berkenan menjelaskan karena tidak tahu persis kejadiannya bagaimana malam itu.

Kepala Desa Patoman Suwito saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa waktu kejadian sedang dalam perjalanan pulang dari Malang. Tetapi kemudian diperoleh kabar dari Kepala Dusunnya melaporkan adanya kejadian tersebut.

foto : Kades Patoman (Suwito)

Awak media lanjut pertanyakan apakah aktivitas Lokalisasi Blibis masih berjalan, Kades Suwito menjelaskan.

“Secara resmi Lokalisasi itu sudah ditutup lama, kami dari Pemerintah Desa juga selalu melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada kegiatan di tempat itu. Yang jadi persoalan adalah kurangnya bantuan dari Pol PP untuk melakukan kontrol atau razia. Andai ada secara rutin ada kegiatan razia atau kontrol mungkin bisa benar-benar berhenti kegiatan di Lokalisasi itu”, jelasnya Kamis 10/09/2020.

Ketika ditanya soal apa jalan keluar atau solusinya, supaya Lokalisasi itu benar-benar tidak aktivitas lagi, Kades Suwito menjawabnya.

“Kami dari Pemerintah Desa akan mengupayakan mengalihkan perhatian warga Blibis terutama para Mucikari pada aktivitas lain mas. Salah satunya kami berencana buat destinasi wisata di sekitar itu, yang mana nantinya bisa jadi lahan baru bagi warga Blibis terutama para Mucikari dengan berjualan atau apa saja yang bisa mendatangkan penghasilan. Bahkan kita anggarkan untuk beli alat Musik yang nantinya akan tampil setiap minggu di destinasi wisata itu”, urai Kades Suwito

Kembali pada soal meninggalnya pria di Lokalisasi Blibis awak media temui Supardi RT 01/RW 01 dan Kepala Dusun Blibis Moh. Rusman. Dari keduanya diperoleh keterangan bahwa korban bernama panggilan Yanto adalah warga Gumukagung Desa Gintangan membawa perempuan/pacarnya ke Lokalisasi tepatnya di rumah Siti Munawah sewa kamar untuk laga asmara. Menurut Ketua RT Supardi kejadian pada Rabu malam sekira pukul 19:30 Wib. Sementara korban diketahui kesehariannya adalah sebagai penjual lauk pauk keliling, dan juga sering berjualan di Lokalisasi Blibis itu.

Kadus Blibis Desa Patoman (Rusman).

Lanjut keterangan Kadus Rusman, diperkirakan korban konsumsi obat kuat alami over dosis dari mulutnya keluar busa seperti orang keracunan. Sehingga saat itu juga Kadus Rusman segera kontak para pihak termasuk keluarga korban agar datang ke Lokalisasi Blibis. Mengetahui kondisi korban yang kritis Kadus Rusman berinisiatif bawa korban ke Rumah Sakit pakai mobil layanan Desa Patoman. Tapi dari pihak keluarga korban menolak memilih diangkut pakai mobil keluarganya.

Foto : Wanita pemilik rumah sewa kamar ( Siti Munawah)

Siti Munawah pemilik rumah yang kamarnya disewa korban bersama pacarnya mengaku tidak kenal dengan korban. Entah siapa yang mengarahkan korban tahu-tahu mau sewa kamar di rumahnya. Karena memang sepi penghasilan, jualan kopi saban harinya juga sepi ada orang sewa kamar akhirnya dilayaninya. Namun malam itu Siti Munawah mengaku belum menerima uang sewanya karena kemudian ada kejadian mengerikan itu.

Tentang kebenaran identitas korban awak media lanjut temui Kepala Dusun Gumukagung Desa Gintangan Moh. Anshori. Dibenarkan bahwa korban yang meninggal di Lokalisasi Blibis adalah warganya.

Foto : Kadus Gumukagung Desa Gintangan (Moh. Anshori)

Anshori malam itu bersama keluarga korban datang ke TKP karena dikabari oleh Kadus Blibis. Sementara perempuan yang dibawa korban malam itu kata Kadus Anshori adalah warga Kedonen Desa Bomo. Menariknya kata Kadus Anshori si perempuan pacar korban seolah tidak risih justru ikut antar dan pangku korban saat dibawa ke Rumah Sakit. Sudah diperingatkan karena ada istri korban kuwatir terjadi apa-apa di jalan, tapi tetap memaksa ikut.

Sementara tokoh masyarakat Desa Patoman yang juga Ketua LSM SUARA BANGSA H. Suyoto Sholeh, menyayangkan atas kejadian itu.

Foto : H. Suyoto Sholeh ( Ketua LSM SUARA BANGSA)

“Saya selaku tokoh masyarakat juga selaku Ketua LSM SUARA BANGSA sangat menyangkan terjadinya kematian di Lokalisasi Blibis itu. Kenapa menyayangkan, karena bahwa Lokalisasi yang sudah ditutup oleh Pemerintah dan dalam kondisi Covid Corona ini kok masih berjalan begitu saja. Apakah memang Pemerintah setempat tidak mengerti atau memang benar-benar dibiarkan. Karena apa, bagaimanapun dulu Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pernah memberikan kontribusi kepada mucikari-mucikari untuk usaha. Tapi kenyataannya uang itu hangus tidak karuan ke mana, dan masih tetap berjalan lokalisasinya. Masih ada pelacurnya, masih ada yang menyewakan kamar kepada yang BS-an atau pengunjung “Bawa Sendiri” istilahnya. Dan setelah terjadi kematian seperti ini di situ tahu-tahu tidak ada kejelasan, apakah matinya karena memang over dosis atau karena kenapa. Dari pihak setempat tidak segera laporkan kepada aparat dan saya buktikan kroscek ke Kapolsek ternyata Kapolsek tidak tahu kejadian tersebut. Semestinya kematian seperti itu tidak serta merta langsung dibawa pulang tapi harus ada kepastian apa penyebab kematiannya”, ungkapnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *