Manusia Ter LEBAY Di Indonesia

ILUSTRASI

KABAROPOSISI.NET|Redaksi, _Pada artikel kali ini saya ingin membahas orang-orang Indonesia yang menurut saya lebay (berlebihan) dalam menyikapi sesuatu. Jujur saya tak mengerti apakah orang-orang ini memang sudah dasarnya lebay, atau ada udang dibalik batu. Tujuan saya menulis artikel ini agar masyarakat tidak tertular virus lebay, agar tetap menggunakan akal selogis mungkin. Berikut namoninasi orang-orang lebay menurut versi penulis:

Pertama, Anwar Abbas. Beliau adalah Sekjen MUI. Sebenarnya beliau jarang muncul di berita. Jarang juga atau bahkan tidak pernah membuat kontroversi. Namun saya menganggap beliau lebay karena melihat reaksi beliau dalam menyikapi wacana sertifikasi dai. Untuk menolak program sertifikasi dai, beliau sampai mengancam akan mundur dari MUI jika sampai MUI bersedia digandeng oleh Kemenag untuk merealisasikan program sertifikasi dai. Sebenarnya kalau memang tidak setuju ya sudah, toh ini program tidak wajib. Tak perlu sampai mengancam mundur dari MUI.

Kedua, Slamet Ma’arif. Beliau adalah Petinggi PA 212. Namanya mulai cukup rajin pemberitaan sejak Pilkada DKI 2017. Setiap ada aksi demo, nama dia biasanya muncul di berita. Beliau kerap menjadi korlap aksi demo. Saya menganggap dia lebay ketika menyikapi program sertifikasi dai. Beliau menilai program tersebut lebih banyak mudaratnya ketimbang manfaatnya bagi penceramah dan umat Islam pada umumnya. Beliau menyatakan sejumlah ustaz yang bergabung dalam PA 212 tak akan mengikuti program tersebut.

Menurut saya tanggapan Slamet Ma’arif lebay. Sebab, program sertifikasi dai ini tidak wajib. Jika memang Slamet tak ingin ustadz PA 212 tidak mau ikut ya tidak masalah. Lagipula kalaupun ikut, barangkali nanti tidak lolos dan tidak layak menjadi ustadz.

Novel Bamukmin

Novel Bamukmin sebenarnya bukan orang penting. Pernah ngaku habib tapi kemudian terbongkar kedoknya. Pernah kerja di pizza hut tapi malu mengakui. Tapi namanya cukup rajin masuk pemberitaan meskipun lebih banyak jadi bahan tertawaan. Bukan ulama tapi penampilannya seperti ulama. Bukan kyai tapi sering berlagak ngomong agama. Hebatnya, sekarang dia menjadi Wasekjen PA 212.

Dalam menyikapi wacana sertifikasi dai, Novel Bamukmin memberikan reaksi yang lebai. Dia menilai program sertifikasi penceramah berpotensi mengotak-kotakan para dai atau mubaligh yang bisa berakibat fatal bagi keutuhan bangsa dan negara.

Saya kira ini berlebihan. Sertifikasi dai mungkin mengkotak-kotakkan penceramah, yaitu penceramah beneran dan penceramah abal-abal. Novel bisa masuk kategori penceramah abal-abal. Namun tidak akan sampai berakibat fatal bagi keutuhan bangsa dan negara. Novel terlalu lebay dan parno.

Novel juga sangat lebai ketika meengatakan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi sudah sepatutnya diganti atau reshuffle sebab dianggap gagal memahami eseni ajaran Islam dalam tiap kebijakannya saat menjabat sebagai Menag. Novel merasa dirinya penting sehingga dengan PD-nya meminta Presiden Jokowi mencopot Menag.

Tengku Zulkarnain

Beliau adalah anggota MUI, namun pernyataannya di Twitter membuat dia lebih cocok jadi juru kampanye. Beliau juga tukang nyinyir selevel dengan Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Beliau adalah orang yang tersesat masuk MUI karena bukan ulama dan tidak punya pemahaman agama yang baik.

Dalam menyikapi wacana sertifikasi dai, respon beliau benar-benar sangat lebay. Sudah beberapa cuitan lebay dia sampai mebawa-bawa hadits Nabi. Lafadz hadits Nabi diubah untuk merendahkan program sertifikasi dai. Beliau juga membuat analogi dengan sertifikasi guru. Katanya guru wajar harus disertifikasi karena mendapat tunjangan, sedangkan dai hanya berdakwah dan tidak mendapat tunjangan. Sebenarnya masih banyak nyinyiran beliau terhadap program sertifikasi dai. Pembaca bisa melihat langsung di twitternya.

Gatot Nurmantyo

Beliau adalah seorang mantan jenderal. Saya pikir dirinya tidak tertarik dengan dunia politik. Namun sekarang ambisi politiknya semakin menggebu-nggebu. Bersama Din Syamsudin, beliau membentuk KAMI dengan jargon berniat menyelamatkan Indonesia. Beliau sangat lebay karena membawa-bawa nama Allah di setiap kampanye KAMI.

Gatot juga sangat lebay dalam menanggapi pernyataan Menag. Beliau ereaksi keras atas tudingan Menteri Agama Fachrul Razi yang menyebut radikalisme masuk masjid melalui orang berpenampilan menarik atau good looking dan memiliki kemampuan agama yang baik serta seorang hafidz Al-Qur’an.

Gatot menegaskan jika pemerintah menangkap para hafiz atau penghafal Alquran, dia akan pasang badan. Sebab, dia adalah pembina murojaah hafiz Alquran. Hal itu dikatakan Gatot saat berpidato dalam acara deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di rumah Jumhur Hidayat di Bandung, Jawa Barat, Senin, 7 September 2020. Padahal, tidak ada yang akan menangkap para hafidz.

Demikian orang-orang yang menurut saya sangat lebay. Semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Semoga kita tidak mengikuti jejak lebay mereka. (SA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *