Bayu, “Soal GMBI Dengan Oknum Dokter RSUD Belambangan Jangan Soroti Satu Sisi Saja”

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET. |BANYUWANGI – Beberapa hari terakhir ramai permasalahan antara beberapa oknun anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Banyuwangi dengan oknum dokter di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Belambangan Banyuwangi.

Cerita yang mengemuka di publik beberapa oknun anggota LSM GMBI sedang membantu warga dibawa ke Rumah Sakit Belambangan Banyuwangi diduga tidak mendapatkan pelayanan dan penanganan dengan baik. Lantaran hal tersebut terjadi adu mulut antara oknum anggota LSM GMBI dengan salah satu oknum dokter yang bertugas di Rumah Sakit Belambangan saat itu. Keributan terjadi lantaran oknum anggota LSM GMBI tidak menerimakan cara penanganan oknun dokter terhadap warga calon pasien yang dibawanya.

Bacaan Lainnya

Insiden menegangkan tersebut selanjutnya berbuntut pelaporan oleh oknun dokter Rumah Sakit Belambangan ke Polresta Banyuwangi dengan dugaan telah terjadi pengeroyokan terhadap dirinya oleh anggota LSM GMBI.

Penafsiran beragam dan pro kontra atas insiden tersebut bermunculan dengan argumennya masing-masing. Bayu Sekertaris LSM Solidaritas Masyarakat Transparansi (SOMASI) menanggapi kejadian tersebut mengatakan.

“Persoalan GMBI dengan pihak Rumah Sakit Belambangan jangan hanya menyoroti dari satu sisi saja”, ucapnya.

Lanjut Bayu berargumen menjelaskan apa yang dimaksut dengan pernyataannya jangan hanya menyoroti satu saja itu.

“Kami sepakat proses hukum berjalan demi penegakan hukum bila benar-benar terjadi tindak kekerasan oleh siapapun untuk sebuah keadilan. Namun demikian kita juga harus lakukan penegakan hukum kepada pihak Rumah Sakit bila ternyata benar telah terjadi pelanggaran soal pelayanan kepada masyarakat terlebih yang emergency. Dan dalam hal ini kami dari LSM Somasi tertarik untuk menelusurinya, sebab akibatnya seperti apa. Terutama pada pihak Rumah Sakit Belambangan sejauh mana SOP yang diterapkan ketika ada calon pasien”, urainya.

Ketika ditanya soal proses hukum terkait permasalahan tersebut, Bayu mengatakan.

“Kalau masalah teman-teman GMBI sudah jadi ranah Aparat Penegak Hukum kita hormati proses hukum yang berjalan. Kita sekali lagi tertarik pada soal SOP pelayanan di Rumah Sakit Belambangan. Karena ada yang menarik untuk diketahui, kenapa Rumah Sakit Yasmin menerima calon pasien yang sama ditangani dan harus jalani rawat inap, sisi lain kenapa di RSUD justru sebaliknya. Ada apa dengan ke dua Rumah Sakit ini, di mana letak perbedaannya..?”, pungkas Bayu Jumat 07/08/2020. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *