Ke Khasan Pasar Wit-Witan Diapresiasi, Layak Jadi Percontohan

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Pada aktivitas kali ke dua Pasar Kuliner Wit-Witan Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Minggu 12/07/2020. Setelah terverifikasi oleh Protokol Covid-19 Banyuwangi, pengunjungnya ramai hampir se ramai sebelum masa pandemik Covid-19.

Dari ratusan pengunjung yang datang terlihat satu kelompok atau rombongan yang ternyata adalah Camat Kota Banyuwangi Muhammad Lutfi, S.Sos.,M.Si bersama beberapa orang rekannya. Kedatangan Camat Lutfi menyita perhatian para pelapak Pasar Wit-Witan, karena memang penggagas adanya Pasar Wit-Witan adalah dia saat menjabat selaku Camat Singojuruh.

Bacaan Lainnya

Ternyata beberapa orang yang bersama Camat Lutfi adalah salah satu dari Manager Pelindo bernama Tanti dan Etalase Karang Taruna Kecamatan Kota Banyuwangi dan rekan-rekannya.

“Saya bersama adik-adik dari Etalase dan salah satu Manager Pelindo, mereka hendak study banding dan ingin tahu kondisi dan aktivitas Pasar Wit-Witan mas”, kata Camat Lutfi dengan ciri khas bahasanya yang tak asing bagi warga Singojuruh itu.

Ilman selaku bidang humas Etalase Karantaruna Kecamatan Kota Banyuwangi dikonfirmasi memberikan keterangannya.

“Kehadiran kami ke sini dalam rangka membantu untuk kemajuan pasar wit-Witan. Karena pasar wit-witan ini kan baru di buka kembali. Artinya masih dalam tahap penyesuaian jadi perlu kita bantu untuk ikut meramaikan ke depannya”, tutur Ilman.

Dimintai komentarnya tentang aktivitas Pasar Wit-Witan kali ke dua kali ini, Ilman mengatakan sudah bagus hanya ada hal-hal kecil yang perlu penyempurnaan. Tapi secara keseluruhan sudah bagus terutama dalam penerapan Protokol Kesehatannya tidak seperti sebelum-sebelumnya. Ilman juga mengaku bahwa Etaslase Karangtaruna Kecamatan Kota Banyuwangi membantu Pemkab dalam hal melakukan verifikasi layak tidak layaknya aktivitas pasar di Banyuwangi.

Sementara Tanti salah satu Manager Pelindo mengakui bahwa Pasar Wit-Witan Alasmalang sudah bagus. Disebutnya nuansa tradisonalnya kental dan patut jadi contoh. Ketika ditanya apakah ada sesuatu yang menarik di Pasar Wit-Witan untuk diterapkan di Pelindo ? Tanti jawab,

“Pasti, dalam study banding ini tadi di Pasar Wit-Witan melihat ada yang khas, contoh para pelapak menghindari penggunaan properti berbahan palstik ini sudah bagus. Oleh karena itu warga Banyuwangi semuanya harus tahu bahwa Banyuwangi mulai berbenah. Karena di Banyuwangi banyak pasar yang ramai pengunjungnya, dan di sini saya kira sudah bagus menerapkan Protokol Kesehatan dengan ketat. Kita tadi juga dites suhu badan, diminta cuci tangan, diberi hand santizer, dan disarankan untuk jaga jarak ini luar biasa”, ungkap Tanti.

Tanti juga dengan semangatnya mengajak warga  Banyuwangi lewat media, untuk menunjukkan pada masyarakat luar. Bahwa Banyuwangi di era new normal masa pandemik Covid-19 siap beradaptasi dengan kebiasaan baru.

Sebagai tombo kangen para pelapak Pasar Wit-Witan, Camat Lutfi oleh Ketua Paguyuban ditahan sementara untuk tidak meningglakan Pasar Wit-Witan. Dan kepada Camat Lutfi yang diakui selaku penggagas diberi kesempatan menyapa keluarga besar Pasar Wit-Witan. Pada kesempatan tersebut Camaat Lutfi menyampaikan.

“Alhamdulillah saya ketahui melalui medsos pasar Wit-Witan jadi percontohan untuk pasar-pasar yang lain. Tidak ada pasar di Banyuwangi ini yang ada tes suhu badan kecuali di pasar Wit-Witan. Jadi kelihatannya aman kalau pengunjung datang ke sini”,

Berikut Camat Lutfi menyarankan kepada para pelapak untuk tetap berdoa, tetap rukun, tetap kompak, tetap semangat jangan sampai ada perselisihan satu sama yang lain.

“Ini adalah sebuah keluarga yang kita bangun dulu, maka sampai sekarang saya masih tetap jadi keluarga panjenengan semua. Jangan dikira saya jarang ke sini tidak peduli, saya masih tetap mengikuti melalui medsos bila ada sesuatu yang penting saya tetap komunikasi. Semoga Allah memberikan berkah kepada kita semua melalui pasar Wit-Witan ini”, pungkas Camat akhiri sekapur sirihnya. (r35/ktb).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *