Sidang Gugatan Perdana Terhadap UU No. 2 Tahun 2020 Di MK

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net. –  Bergulirnya kabar Pencabutan Dana Desa (DD) oleh Undang-Undang Nomor : 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) menuai gugatan di MAHKAMAH  KONSTITUSI (MK) oleh Parade Nusantara.

Sebagaimana disampaikan oleh Mura’i Ahmad, SE.,SH Kepala Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Yang bergabung dengan rekan-rekannya hadir pada Sidang Gugatan Perdana atas UU No. 2 Tahun 2020 di MAHKAMAH KONSTITUSI Selasa 7/7/2020. Bahwa hal tersebut terjadi lantaran pada UU Nomer : 2 Tahun 2020 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) ada pasal yang meniadakan atau mencabut Dana Desa (DD).

Lebih lanjut dijelaskan oleh Mura’Ahmad bahwa dirinya bersama rekan-rekan Parade Nusantara di Kantor MAHKAMAH KONSTITUSI (MK). Dalam rangka memberikan dukungan moral atas dilakukannya uji matriil yang ajukan Parade Nusantara terhadap UU Nomer : 2 Tahun 2020 Tentang Penetapan Peratuaran Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

“Saya dan kawan-kawan Kepala Desa se Indonesia berikan dukungan moral atas dilakukannya uji matriil oleh Parade Nusantara terhadap UU No. 2 Tahun 2020. Kami butuh kepastian, karena jelas di Pasal : 28 angka 8 meniadakan Dana Desa. Kalau Dana Desa ditiadakan bagaimana nasib Desa, apa bisa maksimal para Kepala Desa se Indonesia mendukung pembangunan Nasional kalau Dana Desa ditiadakan. Desa harus ditempatkan sebagai subyek pembangunan bukan sebagai obyek pembangunan” ungkap Mura’i Ahmad via WhatsApp.

Imbuh Mura’i Ahmad, bahwa perjuanganya bersama rekan-rekannya demi kepentingan rakyat Indonesia yang tersebar di seluruh desa se Nusantara bukan kepentingan pribadi-pribadi perangkat desa.

“Kami dan rekan-rekan mohon dukungan dan doa restunya dari semua Kepala Desa juga seluruh rakyat Indonesia. Kami berjuang di sini demi rakyat yang tersebar di seluruh desa se Nusantara bukan untuk kepentingan pribadi-pribadi perangkat desa. Semoga MK mengabulkannya, karena potret kemajuan pembangunan Nasional adalah kemajuan pembangunan di desanya”, imbuhnya akhiri keterangannya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *