Peduli Dampak Covid-19, Hasil Kerjasama Tanam Jagung Seluas 12 Hektar Untuk Masyarakat

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net (Banyuwangi)

Lounching kerjasama tanam jagung di lahan seluas 12 Hektar digelar di sekitar lokasi Wisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi Sabtu 02/05/2020.

Hadir dalam acara tersebut Michael Edy Hariyanto SH selaku pemilik lahan, Kapolsek Rogojampi Kompol Agung Setia Budi, Danramil Rogojampi Misdari, Tiga Pilar Desa Karangbendo dan Desa Badean, Kepala Desa Sukojati, Anggota DPRD Fraksi Demokrat Ricco Antar Budaya, Riccy Antar Budaya, Emy Wahyuni Dwi Lestari, Jajaran Pengurus Demokrat Banyuwangi DPC, DPAC, dan Ranting Demokrat se Kabupaten Banyuwangi.

Kapolsek Rogojampi, Kompol Agung Setia Budi sambutannya lebih kepada sikapi situasi kondisi Kamtibmas sehubungan dengan dampak Covid-19.

“Kita semua harus bersama dan kompak maka wabah covid19 ini akan hilang di Banyuwangi dan Indonesia”, ajaknya.

Dihimbau juga agar masyarakat rajin cuci tangan pakai sabun, selalu pakai masker lanjut ditegaskan, “Ini penyakit yang belum ada obatnya”.

Selanjutnya disampaikan terima kasih kepada panitia yang telah memperhatikan Physical Distancing dalam melakukan kegiatan tersebut. Berikut Kompol Agung singgung agar masyarakat tidak mudah percaya imformasi Hoax yanh marak di medsos dan diragukan kenenarannya. Satu misal disebutnya di Genteng katanya di drop pencuri dari Jember. Itu adalah Hoax dan penyebar informasi sudah ditangkap di amankan di Polrseta Banyuwangi untuk dilakukan pemeriksaan.

“Tolong masyarakat sekarang sedang sakit lahir batin dengan adanya wabah corona. Jadi jangan main hakim sendiri jikalau ada tolong segera diamankan serahkan ke kami biar kami yang memproses”, tegas Kompol Agung.

Michael Edy Hariyanto, SH si empunya lahan 12 Hektar yang notabene Ketua DPC juga salah satu Wakil Pimpinan DPRD Banyuwangi. Awali sambutannya menggaris bawahi apa yang disampaikan Kapolsek Rogojampi bahwa corona tidak ada obatnya sampai sekarang. Untuk meyakinkan hadirin Michael cuplik imformasi kejadian satu wilayah di Bali yang ternyata hampir satu kampung positif terpapar virus corona.

Satu contoh lagi Michael ibaratkan wabah virus corona ibarat hama cacar buah yang sernag tanaman cabe/lombok.

“Kalau satu pohon saja kena cacar buah satu minggu dibiarkan maka tanaman lombok itu akan habis kering. Demikian juga dengan virus corona, kalau ada masuk dan kena satu saja lalu kita biarkan itu berbahaya akan merambat ke semua warga di desanya”, ungkapnya.

Michael himbau anak-anak jangan keluyuran dulu sampai situasi aman, enak diam di rumah saja ngaji, sholat, dan belajar. Karena kalau keluyuran setelah pulang ke rumah bawa virus corona, maka saudara dan keluarganya akan tertular. Selaku anggota DPR Michael meminta kepada Kades yang hadir untuk pantau warganya yang jadi TKI dan pulang musik. Bukan dihindari atau dikucilkan, tapi harus didatangi diberi saran untuk jalani isolasi diri 14 hari dulu.

Dampak covid-19 sudah mulai terasa dampak dari segi ekonomi, segi sosial biasanya bisa kumpul-kumpul dan silaturahmi tidak lagi. Dari segi agama kegiatan ibadah yang mengundang orang banyak ditiadakan dulu. Oleh karena pada Kepala Desa sebagai tonggak di Desanya dihimbau harus benar-benar turun ke lapangan. Khususnya masalah BLT supaya dikelola dan dimanfaatkan yang baik untuk membantu rakyat dan jangan main-main.

Michael curhat bahwa sekarang tidak sempat memikirkan perusahaannya untung atau rugi, yang pasti hancur banyak mengalami rugi.

“Sekarang ini saya hanya sibuk berfikir bagaimana saya bisa menyelamatkan nyawa manusia, nyawa kita semua. Kalau tahun sebelumnya saya masih bisa bekerja dan usaha lancar bisa punya keuntungan. Tapi tahun ini saya tidak bisa kerja lagi, gaji saya sudah habis untuk bantu masyarakat mencegah dan tanggulangi dampak corona. Tahun ini saya hanya memikirkan bagaimana menyelamatkan nyawa rakyat dari virus corona”,

Sedikit sitir Michael katakan bahwa masyarakat justru banyak yang menggampangkan karena belum kena virus corona keluyuran malam tanpa masker se enaknnya. Disebutlah contoh di Rogojampi ramainya hampir sama dengan di Banyuwangi kota, bukan hanya penjualnya yang ramai tapi masyarakat yang berkunjungpun lebih ramai.

“Saya juga kadang bingung katanya corona, katanya krisis tidak punya uang tapi masyarakat berbondong-bondong ke pasar gerombol-gerombol seolah tidak ada masalah dengan corona”, sitirnya.

Masalah kegiatan kerjasama tanam jagung ini, lahan seluas 12 hektar itu sebetulnya mau ditanam semangka oleh temannya tapi gak jadi. Karena ada teman yang ajak kerjasama tanami jagung sistem bagi hasil.

“Supaya ada manfaat lahan seluas 12 hektar ini, hasil bagi kerjasama dari tanam jagung ini saya tidak akan ngambil sama sekali. Hasilnya saya gunakan, atau saya berikan untuk bantu masyarakat dan anak yatim dalam menghadapi situasi ekonomi dampak covid-19. Saya pikir bila tanaman jagung di lahan seluas 12 hektar hasil panennya bagus lumayan banyak dan membantu masyarakat”, lontarnya diakhir sambutannya ditutup dengan memberikan santunan kepada beberapa anak yatim.

Sementara Nanin Lindiyawati selaku pemilik CV. Tunas Biru Blambangan menyampaikan, bahwa seperti apa yang disampaikan oleh Ketua DPC Partai Demokrat tadi, yaitu proses kerjasama ini kita lakukan untuk maju bersama melawan Covid19. Kadi tolong kita bersama sama menjaga untuk tanaman jagung ini. Dan Kami berharap agar kerjasama ini akan berhasil dan maju untuk lebih baik lagi. jenis bibit jagung UHA. (ktb/rh35)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *