Berkarya Untuk Kemanusiaan Jadi Alternatif Keterbatasan Aktivitas Perkuliahan Mahasiswa Poliwangi

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net (Banyuwangi)

Berawal dari proyek kemanusiaan yang telah dilakukan oleh dosen Teknik Sipil Poliwangi yang telah menyumbangkan beberapa alat untuk mendukung pencegahan Covid-19 di Banyuwangi. Proyek kemanusiaan lanjutan juga dilakukan oleh beberapa mahasiswa Teknik Sipil Angkatan 2019 untuk penanggulangan Covid-19.

Mirza Ghulam Rifqi, ST., MST., selaku Koordinator Program Studi Teknik Sipil Poliwangi menghimbau kepada mahasiswa Teknik Sipil untuk lebih meningkatkan peran sebagai mahasiswa sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi mengenai pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga diterapkannya pada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah praktikum Gambar Teknik Terapan (GTT) di kelasnya, karena keterbatasan kegiatan praktikum di laboratorium, maka sebagian kegiatan dialihkan kreativitas untuk kemanusiaan.

Kreativitas mahasiswa (Poliwangi) tersebut mampu menghasilkan beberapa alat seperti wastafel portable, face shield, dan lain lain. Hingga saat ini sudah 6 wastafel portable yang telah didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan, diantaranya Masjid Jami’ Sahah Makkah Al-Mukarromah Kabat, Balai Desa Kaligondo Genteng, Balai desa Pakistaji, Masjid Sumberberas, Masjid Darul Fallah Karangrejo, Masjid Lugonto. Selain itu, mereka juga telah mendistribusikan Face shield buatan mereka sejumlah 30 unit kepada Rumah Sakit Graha Medika Gambiran.

“Mahasiswa yang terjun langsung dalam proyek ini diharuskan menerapkan social distancing sesuai anjuran pemerintah” Ungkap Mirza.

Ia juga menjelaskan bagaimana mahasiswa harus mampu menghadapi kendala pada saat pembuatan alat mulai dari desain, rincian biaya, hingga kendala keterbatasan komunikasi dan koordinasi.

“Salah satu kendalanya yaitu mencari bahan yang sesuai spesifikasi” Ungkap Rindi, salah satu mahasiswa yang mengikuti proyek ini.

Namun kendala yang ada tidak menyurutkan mereka untuk menyelesaikan proyek kemanusiaan ini dengan baik. Masih banyak kreativitas yang mereka buat dan masih dalam proses pengerjaan.

Memang sudah selayaknya dunia pendidikan di Indonesia mengikuti filsafah yang bertahun tahun lalu disampaikan oleh Bapak pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantoro yaitu ), “Ing ngarsa sung tuladha artinya adalah di depan menjadi contoh, Ing madya mangun karsa artinya adalah di tengah menjadi penyemangat, dan Tut Wuri Handayani artinya adalah di belakang memberi dukungan”.

Di tengah Pandemi Covid – 19 ini, dunia pendidikan memang harus berperan dan turut serta menjadi solusi di tengah masyarakat. Diharapkan apapun usaha yang telah dibuat oleh Teknik Sipil Poliwangi, menjadi bermanfaat, baik bagi masyarakat, juga pembentukan mental sosial mahasiswa itu sendiri. (rh35).

Sumber info : Humas Poliwangi
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *