Blora Zona Hijau Covid-19, Desa Desa Siap Pendataan Para Perantau

  • Whatsapp

BLORA Kabaroposisi.net, _ Virus corona pandemi pertama dari negeri China dikota Wuhan dalam waktu 4 bulan sudah menyembar seluruh dunia, update worldometer corona total kasus di Indonesia 1986, meninggal 181 sembuh 134.

Persoalan tersendiri soal Covid-19 di kabupaten Blora sendiri total kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP) 562 sedangkan Proses Pemantauan : 477, Selesai Pemantauan : 85

Bacaan Lainnya

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) total 4

Pengawasan : 0
Selesai Pengawasan : 3
Meninggal (Hasil Lab PCR Keluar Negatif) : 1 bukan suspect Virus Corana sebabkan penyakit lain

Kasus Terkonfirmasi COVID-19 = 0
Kasus Positif
Dirawat : 0
Sembuh : 0
Meninggal : 0

Data diatas diambil 04/04/2020 dari corona. Blorakab.go.id situs resmi milik pemerintah kabupaten Blora.

Sosialisai alat pencegahan Convid 19

Sampai hari ini Blora masih zona hijau. Perubahaan akan terjadi jika para perantau yang pulang ke Blora jumlahnya diangka 8000 dari berbagai kota plus Tenaga kerja Indonesia atau Tenaga Kerja Wanita yang turut pulang ke Kabupaten Blora.

Hariyanto Kepala Dinas pemerintahan Desa Kab Blora

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suryanto mewakili bupati Blora dalam konferensi pers penanganan virus corana 19 mengatakan kesediaan pangan di Blora Aman sampai 2 bulan Kedepan serta menghimbau agar para pekerja berasal dari Blora untuk sementara waktu tidak pulang, jika terpaksa pulang dengan kesadaran sendiri untuk mau mengisolasi mandiri selama 14 hari.

Sementara itu Hariyanto Kepala Dinas pemerintahan Desa, ” di tiap desa sudah dipersiapkan membuat gugus tugas penanganan penyebaran covid-19, pendataan para warga yang bekerja diluar kota maupun luar negeri yang pulang kampung dan menghimbau untuk mengisolasi diri bagai warga yang pulang kampung di lakukan para petugas dari desa mulai kades, perangkat bidan desa, babinsa, babimkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, Penangganan warga yang pulang di desa diperlakukan secara humanis agar tidak tetjadi gejolak,” urainya.

Kades Plosorejo dalam rapat pembentukan Tim Penangganan penyebaran virus covid-19,” meminta kepada warga agar tidak perlu panik, selama menjaga kebersihan dari tangan kaki serta baju dan bisa jaga jarak maka sulit tertular virus. Dalam kesempatan itu jugs Muslih menghimbau untuk tidak kumpul di warung warung jika pingin kopi bungkus bawa pulang, bagi memilik warung kopi mau membuka warungnya tidak lama lama, jam 10.00 malam segera ditutup.

Beberapa alat tempat air serta sabun cuci tangan sudah dipersiapkan desa plosorejo untuk diberikan kepada tempst fasilitas umum didesa. (guntur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *