Menjelang Pilkades Serentak Kepercayaan Publik Terhadap Kinerja Inspektorat Di Kabupaten Probolinggo Makin Melunak

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET|Probolinggo, – (19/11/21) Menjelang Pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak yang akan dilangsungkan serentak 253 desa dari 24 kecamatan di kabupaten Probolinggo Jawa Timur, berbuah ketidak kondusifan dan disinyalir karena ada rasa berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja APIP/Inspektorat di kabupaten Probolinggo, orientasi seputar pemeriksaan dan pengawalan Dana Desa.

Terpantau, dalam satu bulan terakhir masyarakat dan ormas kerapkali melakukan aksi demonstrasi terhadap Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di Kabupaten Probolinggo.

Bacaan Lainnya
Ketua PP Probolinggo di kantor Inspektorat

Ketua PEMUDA PANCASILA kabupaten Probolinggo mengatakan, “dalam pelaksanaan pilkades serentak telah di atur dalam peraturan Bupati yang ditetapkan oleh PLT Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko pada tanggal 19 oktober 2021, sehari pasca ABDESI menggelar Demonstrasi, sebagaimana disebutkan dalam pasal.19 no.9 huruf-e, bagi pelamar dari pejabat desa Surat keterangan dari Inspektorat menjadai salah satu persyaratan administrasi yang harus di terpenuhi, selain surat keterangan dari camat sebagaimana tersebut dalam huruf-f. “katanya”

Namun dari sekian huruf yang terdapat didalam pasal tersebut diduga juga ada indikasi ketidak seriusan yang dilakukan oleh APIP itu sendiri, karena masih ada desa yang tidak menyelesaikan pengerjaannya, namun diduga juga sudah mendapat SUKET dari Inspektorat, padahal didalam perbub yang dijadikan dasar oleh Inspektorat sudah disebutkan pada pasal.9 Huruf-d (Laporan aset Desa baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak beserta bukti fisik selama menjabat”, cetusnya

Lengkapnya Haris mengatakan, adapun dengan adanya pengerjaan yang tidak dikerjakan hingga akhir masa jabatan, namun yang bersangkutan kemudian diberi kesempatan menyelesaikan yang notabennya, yang bersangkutan sudah bukan lagi sebagai kepala desa, ini kan makin menimbulkan tanda tanya besar ada apa dengan inspektorat di daerah ini…!!!, apakah itu masih layak mendapat suket dari Inspektorat atau sudah dari APH untuk menjalani pemeriksaan Eksternal. (win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *