Tingkatkan Efisiensi Pembagkit Listrik Tenaga Pikohidro, Tim Dosen Poliwangi Desain Ulang Turbin Desa Pesucen

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Politeknik Negeri Banyuwangi dilatarbelakangi dengan pemanfaatan selokan atau irigasi air sebagai pembangkit listrik yang telah diaplikasikan. Sehingga memberi nilai lebih yang bermanfaat sebagai sumber energi listrik di Masjid Batul Muttaqin. Yang merupakan program kegiatan Desiminasi dari Polieknik Negeri Banyuwangi tahun 2019.

Namun demikian daya listrik yang keluar tidak dapat memenuhi kebutuhan Masjid sepenuhnya karena turbin pembangkit listrik kecil. Dengan diameter 60 cm dan juga alat kontrolnya menggunakan alat kontrol listrik tenaga matahari. Di sisi perawatan memerlukan biaya yang cukup besar karena ada komponen mekanik yang mudah rusak seperti rantai dan sprocket.

Mendesain ulang turbin Pembangkit Listrik Tenaga Pikohidro (PLTPH) merupakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Banyuwangi. Yang diketua Khairul Muzaka Dosen Program Studi D4 Teknik Manufaktur Kapal dengan anggota Mega Lazuardi Umar Dosen Program Studi D3 Teknik Mesin serta dibantu PLP/teknisi juga mahasiswa.

Kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat ini merupakan kegiatan internal Politeknik Negeri Banyuwangi dalam membantu memecahkan permasalahan yang terdapat di masyarakat. Sebagai mitra dari kegiatan ini adalah takmir masjid Baitul Muttaqin Desa Pesucen.

“Kegiatan PKM ini akan berdampak pada meningkatnya performa turbin yang berupa daya lebih besar akan menghemat pemakaian energi listrik dari PLN sehingga akan menurunkan biaya operasional tempat ibadah tersebut,” Terang Khairul Muzaka selaku Ketua Tim.

Lanjutnya, dalam kegiatan yang berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober 2021 ini. Pembangkit listrik yang ada didesain ulang menjadi yang lebih besar. Yaitu dari yang semula berdiameter 60 cm menjadi 120 cm, dan kontrol khusus pembangkit listrik tenaga air serta merubah system transmisi daya yang berupa rantai dan sprocket menjadi belting dan pulley yang lebih tahan terhadap air.

“Perubahan sistem transmisi daya yang lebih tahan terhadap air juga akan berdampak semakin kecilnya biaya perawatan,” Tutup Zaka.

Masih dalam rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat ini, pelatihan diadakan guna mengoperasaikan alat pembangkit listrik ini. Namun demikian, karena dasar pengoperasiannya tidak jauh beda sebelum diadakan redesain turbin. Maka pelatihan ini sifatnya mengulang  atau menyegarkan ingatan saja. Disamping pelatihan penggunaan alat, juga disampaikan tata cara perawatan alat pembangkit listrik tersebut, agar alat awet dan mempunyai nilai manfaat yang lama.

“Terima kasih kepada Tim Dosen Poliwangi, dengan adanya alat ini dapat membantu kekurangan serta menghemat pengeluaran bagi masjid,” Ungkap Zakaria Ketua Takmir.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini akan sengat berdampak manfaat yang sangat positif. Apalagi dalam proses pembangunan Masjid yang sedang berjalan. Pasti membutuhkan banyak energi listrik, sehingga kegiatan ini langsung dapat dirasakan manfaatnya. (red).

Sumber info :
Humas Poliwangi
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *