Waduh..!, Puluhan Kijing Dan Nisan Makam Warga Dusun Krajan – Yosomulyo Banyak Yang Rusak

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Tepatnya warga Dusun Krajan Desa Yosomulyo Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi, dikejutkan dengan kejadian bongkarnya puluhan “Penanda Makam” (Kijing, Batu Nisan) di Tempat Pemakaman Umum (TPU).

Membenarkan informasi tersebut, setelah beberapa awak media mendatangi lokasi TPU di Dusun Krajan Yosomulyo sawahan Jumat 3/9/2021. Dilokasi awak media dapati puluhan Makam yang berantakan karena properti berupa Kijing dan Batu Nisan Makam rusak. Dan ternyata TPU Dusun Krajan Yosomulyo sawahan itu, bukan makam khusus keluarga muslim namun juga ada makam dari keluarga non muslim. Kabarnya peristiwa terjadinya pembongkaran saat ada kegiatan pemakaman warga beberapa hari yang lalu.

Sebagaimana disampaikan oleh seseorang yang mengaku istri Juru Kunci TPU bernama Supiyani. Kepada awak media mengatkan bahwa dirinya tidak tahu siapa dan apa permasalahannya Kijing dan Batu Nisan Makam warga dirusak. Kata Supiyani, warga banyak yang sedih setelah mengetahui Makam keluarganya pada rusak. Menurut Supiyani semua Makam-Makam yang ada di TPU masih sering didatangi keluarganya untuk berziarah terutama pada Hari Raya.

Yanto Kepala Dusun Krajan saat dikonfirmasi tentang adanya insiden pengrusakan di pemakaman memyampaikan.

“Masalah ini saya sebetulnya tidak mengerti apa-apa meskipun saya disebut Kami Tuwo (Kadus). Dulu masih waktu Kadesnya Pak Didik, saya pernah buat aturan bagi yang sudah dikijing gak masalah tapi bagi yang baru jangan. Mendengar kejadian tersebut saya datang ke lokasi dan di lokasi hampir terjadi salah faham. Sehingga kami juga tidak berani menuduh atau mengatakan siapa yang merusak”, tuturnya.

Ditambahkan oleh Yanto bahwa sebenarnya tidak masalah bila pembongkaran Kijing dan Batu Nisan dilakukan, tapi hendaknya ada musyawarah dulu dengan keluarga ahli warisnya.

Salah satu warga bernana panggilan Ririn yang mengaku makam keluarganya juga kena sarasan pengrusakan. Saat diwawancara dirumahnya, kepada awak media bercertita panjang lebar awal mengetahui makam keluarganya rusak. Yaitu bermula dari dapat telfon keponakannya yang berziarah ke makam Kakeknya (Bapaknya Ririn), minta dirinya segera datang ke Makam karena melihat Makam Kakeknya rusak.

“Awalnya saya ditelfon keponakan saya diminta cepat datang ke Makam katanya Makam kakung (Kakek) kok rusak. Saya tidak tahu siapa yang merusaknya. Hanya dalan hati saya mengatakan, kok tega-teganya Makam Bapak Ibu saya itu dihancurkan. Padahal Bapak itu, saya tahu Bapak saya yang memperjuangkan untuk dapat tanah kuburan dan SMP Negeri sini. Sehingga saya bertanya, kok tega dan ada apa maksutnya kok dihancurkan”, ungkapnya dengan nada dan ekspresi wajah haru.

Masih kata Ririn, terkait permasalahan tersebut sempat pertanyakan ke Ketua RW dan RT. Dan dari Ketua RT kata Ririn diberitahu terkait permasalahan Makam. Di minta hadir pada malam Minggu ada musyawarah seluruh RT, aparat setempat, dan orang-orang yang keluarganya dimakamkan di TPU tersebut.

“Saya akan hadir, nanti dalam pertemuan saya hanya akan mempertanyakan, “apa maksud dan tujuan anda atau saudara, merusak nisan Makam Bapak Ibu saya. Dan saya akan mendengar jawabannya, kalau jawabannya baik dan masuk diakal saya oke. Tapi saya tetap tidak terima rasanya mungkin bisa saya lanjut ke ranah hukum. Karena apa, satu tidak musyawarah, dua alur waris kok tidak diberitahu”, imbuhnya.

Perwakilan warga Agus yang mengaku tahu saat kejadian, karena kebetulan ikut menggali kubur untuk pemakaman warga. Papar Agus, kejadian itu secara spontanitas saja warga yang hadir saat pemakaman itu, sepakat melakukan pembongkaran. Dan itupun dilakukan karena memang sudah ada aturan tidak boleh pasang Kijing, Makam sudah penuh, sehingga dipilih Makam-Makam yang sudah lama sekali dan dipinggiran kali yang dibongkari Kijing-Kijingnya.

Sementara Kades Yosomulyo Joko Utomo dimintai tanggapannya terkait permasalahan pengrusakan di TPU Dusun Krajan Yosomulyo sawahan mengaku sangat prihatin.

“Yang pertama kami prihatin, karena baru pertama kali kejadian ini. Dan masalah ini masalah apa kami masih menggali informasinya. Dalam artian kami kepingin di masa pandemi yang kita susah semua ini, marilah masyarakat ini gak ada yang punya niat lain atau provokasi yang lain ya. Jadi kami juga kepingin tahu permasalahan yang ada di situ”, cetus Kades Joko.

Lanjut Kades Joko Utomo mengajak warganya untuk menumbuhkan semangat dan rasa Nasionalisme, jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena menurut Kades penduduknya di Yosomulyo banyak etnis dan banyak agama. Di akhir tanggapannya Kades Joko menghimbau kepada masyarakat Yosomulyo.

“Untuk masyarakat Yosomulyo, ayolah jaga kemajemukan, keberbedaan ini. Tetap dalam semboyan “berbeda tapi mesra”, jangan sampai kemasukan pengetahuan dari luar Yosomulyo”, himbaunya.

Berikut disampaikan juga untuk menyikapi permasalahan tersebut, Kades Joko akan segera melakukan musyawarah dengan para pihak terkait agar segera ada penyelesaiannya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *