Runtuhnya Dinasti Raja Hasan Aminudin Dan Kroni Kroninya

  • Whatsapp
Pertanggung jawaban Bupati Probolinggo Cs di KPK

KABAROPOSISI.NET|Probolinggo, – “Ini orangnya bapak, ini orangnya Ibu”, kata kata itu sudah runtuh setelah komisi Rasuah berhasil Tangkap tangan sepasang Pasutri dan kroni kroninya.

Bupati Probolinggo Tantri, beserta Suami Hasan Aminudin yang saat ini menjadi salah satu legeslator DPR RI Fraksi Nasdem.

Bacaan Lainnya

Kenapa dikatakan Raja? karena tidak jauh dengan masa kerajaan, setiap mau jabatan setor upeti dan asesoris lainnya melalu senopati kerajaan.

Tantri Cs tertangkap KPK dengan kasus jual Beli jabatan PJs Kepala desa, dengan total uang yang berhasil disita 360 jutaan.

Setiap kandidat menyetorkan 20 juta plus 5 juta, dan pembayaran melalui joki Camat.

Samsudin selaku Bupati Lira Lab Probolinggo, atas nama pribadi dan Lira, terima kasih kepada KPK yang sudah menumbangkan Dinasti Hasan berkuasa, Probolinggo bukanlah seperti alat digital yang selalu di remote oleh Hasan Cs.

Probolinggo juga termasuk kabupaten termiskin di bawah kepemimpinan Tantri.

Bupati LSM Lira Kab.Probolinggo menegaskan, terkait Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK terhadap Bupati Probolinggo beserta suaminya, mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi, yang telah merespon baik laporan/aduan dari masyarakat yang kemudian dilakukan operasi tangkap tangan atas dugaan jual beli jabatan PJs. Kepala Desa, disamping itu LSM LIRA Kab.probolinggo meminta kepada KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI tidak hanya terjeda dalam penangan kasus OTT saja, tapi juga mengusut tuntas beberapa perihal yang mangkrak di kabupaten Probolinggo salah satunya yaitu perihal Dana Prime/ Hibah Australia yang titik lokasi pengerjaannya berada pada ruas jalan Tongas – Lumbang dengan anggaran Rp 32 M. DANA HIBAH”, tegas Samsudin.

(jaket merah) Samsudin SH, Bupati Lira Probolinggo

“Kemudian kasus BANSOS yang saat ini tengah hangat menjadi perbincangan masyarakat di kabupaten Probolinggo, karena Bansos benar adanya tengah menjadi keluhan masyarakat, agar supaya dilakukan supervisi dan jika memungkinkan untuk diambil alih penanganannya mungkin di ambil alih saja, karena dari dua indikasi tersebut diduga keras ada keterlibatan campur tangan dua Public Figure yang terjaring OTT (Bupati Probolinggo dan Suami). Termasuk diantaranya Kasus LISTRIK Daerah (LISDA) yang telah menyerap Anggaran Milyaran Rupiah dari APBD semasa menjabatnya Hasan Aminuddin sebagai Bupati Probolinggo pada saat itu, namun hingga saat ini tidak ada kepastian secara hukum”, tutup Bupati Lira. (win/pr@)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *