Warga Salamrejo-Tulungrejo, Menunggu Tindak Lanjut Permohonan Fasilitasi Mediasi

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Kabarnya terkait keresahan warga Dusun Salamrejo Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore yang mempersoalkan polusi debu sekam di lingkugannya. Yang diduga berasal dari sebuah Pabrik (Seleb) Penggilingan padi, sudah dimohonkan fasiltasi mediasi antara perwakilan warga dengan pemilik usaha ke Pemerintah Desa Tulungrejo.

Hal tersebut disampaikan Imam Muslim selaku Tokoh juga Ketua RW di lingkungannya kepada awak media Minggu 29/8/2021. Yang intinya dari mediasi diharapkan ada semacam kesepakatan atau solusi terbaik bagi kedua belah pihak. Namun kata Imam Muslim hasil mediasi harus dituangkan secara tertulis. Dengan harapan agar ketika ada sesuatu yang dilanggar baik oleh pihak Pabrik (Seleb) maupun warga tinggal menunjukkan hasil kesepakatan tersebut.

Untuk perimbangan informasi Senin 30/8/2021 awak media mendatangi kantor Desa Tulungrejo diterima oleh Sekdes Tulungrejo. Dalam konfirmasinya dari pihak Pemerintah Desa Tulungrejo, dalam hal ini adalah Sekdes, membenarkan adanya pengaduan masyarakat tersebut. Berikut kata Sekdes, setelah adanya pengaduan tersebut ditindak lanjuti dengan mendatangi masyarakat salah satunya bertemu dengan tokoh yang disebut namanya Pak Imam.

Lanjut kata Sekdes mempertanyakan kepada Pak Imam apakah benar terjadi keresahan, polusi dan seterusnya. Hasilnya menurut Sekdes warga (Pak Imam) memberikan jawaban sudah tidak ada masalah. Menariknya entah kenapa Sekdes tahu-tahu mengingatkan awak media untuk tidak terprovokasi oleh warga. Jelasnya, dikhawatirkan informasi yang disampaikan kepada media diplintir-plintir.

Masih geber Sekdes Untung, dirinya saat turun ke masyarakat, mengaku meminta kepada yang disebutnya Pak Imam. Kalau nanti ada permasalahan terkait polusi debu diminta untuk segera melapor ke Pemdes dan akan segera ditindak lanjuti ke pihak Pengusaha. Disinggung soal tindak lanjut permohonan mediasi oleh warga menurut Sekdes belum bisa ditindak lanjuti, karena setelah turun ke masyarakat diperoleh informasi sudah tidak ada masalah. Sehingga kalaupun dilakukan pertemuan atau mediasi tidak ada persoalan yang jelas untuk dimediasikan atau yang dibahasnya.

Pak Imam yang dimaksut Sekdes adalah Imam Muslim dalam konfirmasi lanjutan Senin 30/8/2021, membenarkan juga menyangkal apa yang disampaikan Sekdes. Yang katanya mengatakan bahwa dilingkungan sudah tidak ada masalah atau tidak resah. Kata Imam, memang benar waktu Sekdes datang ke rumahnya sedang tidak ada debu karena sudah dibersihkan, dan setelah adanya protes warga pengopenan padi yang pakai tungku sekam tidak dioprasikan. Tapi kalau tidak ada pensikapan kondisi yang sama akan terus terjadi lagi dan warga protes lagi.

Pada kesempatan yang sama di rumah Imam Muslim kebetulan beberapa warga berkumpul dan diantaranya ada warga yang mengaku pernah periksa ke salah satu Rumah Sakit hasilnya divonis “alergi debu”. Perempuan bernama Kanti didampingi suaminya (Sudar), kepada awak media menyampaikan. Bahwa dirinya pernah periksakan dirinya ke Rumah Sakit karena ada gejala batuk dan sedikit sesak nafas. Diceritakan oleh Kanti menurut hasil pemeriksaan dokter pada dirinya dijelaskan sedang alami “alergi debu”.

Disambung oleh Sudar suami Kanti, pernah juga diperiksakan ke salah satu dokter di wilayah Genteng, hasilnya sama vonisnya Kanti alami “alergi debu”. Bahkan si dokter saat itu sempat tanyakan, “apakah rumahnya ada di pinggir jalan raya atau dekat pabrik..? kata Sudar ulang pertanyaan dokter saat itu. Yang kemudian kata Sudar menjawab, “benar rumahnya ada dipinggir jalan raya, tapi juga dekat dengan Pabrik Penggilingan padi sekira 50 meter jaraknya dari rumah”, cerita Sudar.

Sayangnya Kanti ketika diminta menunjukkan catatan medis dan foto roncen paru-paru saat di Rumah Sakit Paru-Paru. Dikatakannya sudah tidak menyimpannya lagi karena sudah lama. Sudar juga Kanti senada dengan warga yang lainnya, berharap masalah polusi debu sekam dari Pabrik di lingkungannya segera ada solusinya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *