Raih Juara 3 Ajang Internasional CREATIVITY STATION 2021, Mahasiswa Poliwangi Ciptakan Alat Penyiram Tanaman Otomatis

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI –Ukiran Prestasi memang selalu melekat pada Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi. Untuk kali ini dalam Gelaran Internasional Creativity Station 2021, Tim 8 yang beranggotakan Mahasiswa Poliwangi meraih Juara 3 dengan menciptakan alat penyiram otomatis bagi petani di masyarakat.

Tepatnya di Desa Glagah Banyuwangi yang diketuai oleh Carenza Al Kharraz dari Program Studi Teknik Informatika, Rindi Novia Ananda dari Program Studi Teknik Sipil dan Annisa Rani Maulida dari Program Studi Teknik Informatika berkolaborasi dengan Mahasiswa Perwakilan Korea Selatan dintaranya Jeong Chang Byeok dari Pusan National University (PNU), Yooh Han Young dan Kim Seung Woo dari Pukyong National University (PKNU) yang diumumkan dalam Closing Ceremony pada 24 Agustus 2021.

Tak berhenti di situ, Annisa Rani Maulida juga meraih The Best Team Member dalam Gelaran yang dituan rumahi oleh Telkom University secara online ini. Berlangsung dari Juni hingga Agustus 2021, Creativity Station merupakan kegiatan internasional berbasis pengabdian kepada masyarakat yang digagas oleh Prof. Young Boung Seo dari Pusan National University, Korea Selatan. Berkolaborasi antara 3 negara, Korea Selatan, Maroko dan Indonesia, Poliwangi telah turut berpartisipasi selama 4 kali terhitung dari tahun 2018 yang juga sekaligus menjadi tuan rumah.

“Produk ini dibuat berdasarkan observasi dan pengumpulan issue atau permasalahan di lapangan dengan berkomunikasi dengan mitra secara langsung bahwa pemupukan pada lahan pertanian selama ini masih belum efektif dan efisien , sehingga kami menciptakan alat yang kami namai SI PRAKTIS (Sistem Penyiraman Pertanian Otomatis) yaitu suatu alat yang dapat memudahkan mitra dalam melakukan penyiraman, terutama penyiraman pupuk, vitamin, pestisida, dan nutrisi lainnya dengan sistem penjadwalan secara otomatis dengan program arduino dan dikemas dengan seefisien mungkin agar dapat dioperasikan secara mudah oleh mitra,” Ungkap Carenza, ketua Tim 8 yang juga merupakan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Poliwangi.

Sementara Caren menjelaskan alat ini juga dirancang untuk medan berair dan berlumpur serta dengan menggunakan aki yang dapat digunakan selama kurang lebih satu bulan. “Alat ini memiliki kelebihan yakni alat  ini dapat di terapkan di berbagai sektor dan berbagai jenis tumbuhan,” Terangnya. (red).

Sumber info :
Humas Poliwangi
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *