MAHASISWA POLIWANGI BORONG KEJUARAAN DI GELARAN JAGOAN TANI BANYUWANGI

  • Whatsapp

Kabaropsisi.net | BANYUWANGI – Prestasi Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi memang sudah tidak diragukan lagi. Bahkan di masa pandemi seperti ini, tak menyurutkan semangat mereka untuk meraih prestasi yang mengharumkan nama kampus Poliwangi. Tak tanggung tanggung bahkan juara 1 Jagoan Tani berhasil di raih oleh mahasiswa Program Studi D4 Agribisnis kategori “Rintisan Usaha”, salah satu mahasiswa Program Studi Agribisnis Politeknik Negeri Banyuwangi tersebut yaitu Fanny Zafran Al Fariz beserta tim Lemonto, Beny Irwanto dan Riskiya Tri Wulandari.

Tim Lemonto merupakan sekelompok anak muda di Desa Jambewangi. Mereka memproduksi berbagai olahan buah lemon seperti sari lemon, essential oil (EO) lemon, hand santitizer, facial soap lemon, lemon kering serta teh buah lemon. Seluruh produk olahan berasal dari buah lemon yang dikembangkan petani lemon Banyuwangi. Sebagai Juara 1 Kategori Rintisan Usaha, tim Lemonto mendapatkan stimulus modal sebesar 50 Juta Rupiah yang diserahkan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani di Pendopo Sabha Swagatha.

Selain itu, tim mahasiswa Program Studi D3 Teknik Informatika juga berhasil menorehkan prestasi, mereka berhasil meraih Juara 3 dan Juara 4 dalam lomba Jagoan Tani kategori Ide Bisnis. Tim pertama yakni Jamer Team yang beranggotakan Widia Wijayaningsih, Debi Ayuningtyas, Indira Diasayufristanti, dan Ratu Bella berhasil meraih Juara 3 dengan mengajukan ide Pengolahan Jamer (Jahe Merah) dan Tim kedua yakni Date Liner Team yang beranggotakan Ade Lestiou, Nabila Arista, dan Dika Hermawan berhasil meraih Juara 4 dengan mengajukan ide Platform Android Lelang Panen.

Lomba Jagoan Tani merupakan lomba yang diadakan oleh Dinas Pertanian Banyuwangi, pendaftarannya sendiri dimulai dari 10 Juni – 30 Juni 2021. Jagoan Tani merupakan transformasi dari program Agribusiness Startup Competition (ASC) yang rutin diselenggarakan setiap tahun sejak 2018. Program ini memiliki misi menjaring talenta terbaik Banyuwangi dalam menginisiasi inovasi pertanian.

Para peserta terpilih mendapatkan pendampingan dan stimulus modal pengembangan kewirausahaan sosial berbasis digital. Berbagai inovasi yang diimplementasikan dalam ide bisnis dan rintisan usaha bidang pertanian terjaring melalui program tersebut. Total sebanyak 1.489 pemuda mengikuti Jagoan Tani tahun ini dengan jumlah proposal yang diajukan sebanyak 427. Rinciannya, sebanyak 259 proposal ide bisnis dan 168 proposal rintisan usaha. Dari seluruh proposal, hanya disaring 30 tim untuk mengikuti tahap akhir sebelum dipilihnya 5 pemenang pada setiap kategori.

Pengumuman juara sendiri dilakukan di pendopo kabupaten Banyuwangi dengan memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengaku senang program Jagoan Tani mendapatkan animo tinggi dari anak muda.

“Anak muda Banyuwangi harus tetap bersemangat dan berkreativitas meski pandemi ini memang menghadirkan situasi yang sulit. Program ini menjadi salah satu pintu untuk mengajak anak-anak muda masuk ke agribisnis, membantu petani, memberi nilai tambah, memberdayakan berbagai potensi lokal”. ujarnya.

Menurutnya, regenerasi petani adalah isu penting dalam pertanian Indonesia, karena hasil Sensus Pertanian menyebutkan hanya sekitar 12 persen petani berusia di bawah 35 tahun.

“Maka dari itu kita perlu cara kreatif untuk melahirkan generasi muda petani yang inovatif, visioner, melek teknologi, untuk membantu pengembangan pertanian”, lanjut Bupati Ipuk.

Dalam lomba ini, Tim pertama yaitu Tim Jamer mengajukan ide tentang pengolahan Jamer (Jahe Merah). Ide ini sendiri masuk dalam Agropreneur System.

“Jago Jamer merupakan ide bisnis pertanian yang memiliki produk Jamer Celup yaitu jahe merah bubuk yg dikemas dengan kantung teh sehingga praktis dalam penyeduhannya”, ungkap Widia sebagai ketua Tim Jamer.

Selain produk berupa Jamer Celup, Widia juga mengungkapkan terdapat produk lain berupa wedang jahe merah dengan 2 varian rasa yaitu original dan susu. Tidak hanya itu, dalam ide yang diajukan ini juga dilengkapi dengan platform digital web dan aplikasi mobile sebagai media jual beli hasil panen pertanian dan mentoring/konsultasi dibidang pertanian.

Lalu tim kedua yaitu Tim Date Liner mengajukan ide tentang platform android bernama lelang panen, lelang panen sendiri adalah platform jual beli yang di lakukan oleh petani, peternak, dan nelayan kepada seluruh masyarakat dan konsumen umumnya.

“Pada Aplikasi ini terdapat sistem lelang, dimana petani yang ingin menjual produknya bisa memberikan harga dan keterangan serta upload gambar semenarik mungkin,” ujar Ade Lestiou, ketua Tim Date Liner.

Meskipun Lomba Jagoan Tani tahun ini dilaksanakan ditengah pandemi tapi itu sama sekali tidak mengurangi semangat para peserta dengan gagasan-gagasan yang luar biasa demi memajukan pertanian di Indonesia, khususnya kabupaten Banyuwangi.

Seperti harapan semua orang, lomba Jagoan Tani inipun diharapkan dapat mengajak para kaum milenial untuk lebih peduli pada pengembangan ide-ide kreatif dan gagasan-gagasan inovatif dibidang pertanian mengingat mayoritas masyarakat Indonesia adalah petani. (red).

Sumber info : Humas Poliwangi
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *