Pimpinan Perusahaan AKS Audensi Di DPRD Blora, Terkait Terganjal Ijin

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET|Blora, – Perusahaan PT Angkasa Karya Sejahtera yang beromset miliaran, beralamat di Jl. Raya Blora Randublatung, dipimpin Agustinus Setyawan terganjal ijin, perusahaan ini berdiri tahun 1981 yang awal masih berupa gudang dan belum sebesar ini.

PT Angkasa Karya Sejahtera sekarang dibagi menjadi Dua AKS dibidang transportasi dan CV. Angkasa Mitra Niaga ( AMN) bergerak Penampungan dan pengelolaan hasil pertanian.

Agustinus Setyawan menilai tuduhan pencemaran limbah yang terjadi di lingkungan desa Kamolan Kecamatan Blora kota itu salah sasaran. Menurutnya, perusahaan PT. AKS yang dipimpinnya itu bergerak di bidang transportasi bukan seperti yang dituduhkan selama ini.

Lebih lanjut Agustinus Setyawan mengatakan, “Di Kamolan itu ada dua perusahaan, CV. Angkasa Mitra Niaga (AMN) yang bergerak di bidang penampungan dan pengolahan hasil pertanian atau penggilingan padi dan satu lagi PT. Angkasa Karya Sejahtera (AKS) yang bergerak di bidang transportasi angkutan barang. Kalau yang saya dengar di berita-berita online itu (pencemaran limbah) dari PT. AKS, jadi tidak nyambung. salah sasaran,” ungkapnya usai audiens dengan beberapa OPD terkait yang dimediasi oleh DPRD Blora, Rabu (18/08).

Dirinya menjelaskan bahwa, perusahaannya itu berdiri pada tahun 1981 masih berupa gudang dan belum besar seperti sekarang ini serta sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) .

Audensi PT AKS di DPRD Kab Blora

“(Berdiri) pada tahun 1981, hanya gudang ukuran 35×60 dibuktikan dengan IMB dan HO, saat itu ada. Kemudian pada tahun 1994, Angkasa mendirikan penggilingan padi, jadi ada IMB. Kemudian pada tahun 2004 itu Angkasa mendirikan pengeringan gabah, ada IMB dan HO beserta ijin-ijin lainnya,” jelas Agus.

Agustinus Setyawan menambahkan, ” limbah dari perusahaan sudah diuji oleh LH bener waktu lalu hasil bagus di bawah standar, memang diuji belum banyak kegiatan di gudang pengelolaan hasil pertanian nanti segera diuji lab ketika banyak kegiatan pengelolaan hasil pertanian,” imbuhnya

Hadir dalam audensi tersebut Dinas Lingkungan Hidup, PUPR, Dinas Perijinan, Dinas Satpol-PP, Bagian Hukum Setda memberikan informasi terkait Perusahaan Angkasa.

Sugiyono Kepala Dinas Lingkungan Hidup mengatakan setelah ada laporan telah melaksanakan Uji lab terhadap Limbah ataupun Polusi Udara dan hasil masih di ambang batas yang wajar ini dilakukan memang belum musim panen,” terangnya

Sementara itu Kepala Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat ( PUPR ) Samgautama Karnajaya menyampaikan Peraturan Daerah ( perda ) Kabupaten Blora no 5 tahun 2021 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2021-2042 keberadaan perusahaan tersebut dinilai tidak sesuai dengan regulasi, Kami harus berhati hati dalam memberikan rekomendasi tata ruang kepada pengusaha, ada kawasan kawasan yang diatur didalamnya, seperti kawasan industri, kawasan pertanian, atau kawasan pemukiman bahkan kawasan hutan,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam audensi tersebut Samgautama Karnajaya Menegaskan bahwa pada intinya kami berpedoman pada aturan maupun regulasi yang ada, jika tidak sesuai regulasi kami tidak mengeluarkan rekomendasi.

Sedangkan Ketua Komisi A, Pardi menyampaikan Sesuai dengan UU baru Omnibus law agar pemerintah memberikan kemudahan ijin kepada pengusaha, perusahaan yang mampu memberikan isi perut untuk masyarakat, makanya di cari solusi jalan tengah, perusahaan tidak dirugikan, masyarakat masih bisa bekerja dan memberikan PAD ke daerah,” terangnya

Menurut Siswanto selaku Wakil Ketua DPRD Blora mengatakan pihaknya akan segera mengecek ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi.
“Segera kita cek ke lapangan sajalah, supaya kita tahu,” ucapnya.

Sebelum Audensi ini, beberapa masyarakat mengeluh adanya limbah dari pabrik penggilingan padi dan jagung di Kamolan Kecamatan Blora kota. Mayoritas warga mengeluhkan mata kelilipan, sesak napas dan kulit gatal jika melewati pabrik saat beroperasi.

Berdasarkan pantauan di sekitar pabrik, banyak partikel-partikel warna hitam yang menumpuk tebal di selokan (abu sekam) dekat pembuangan limbah. Sedangkan dedaunan pohon di dekatnya, tampak warnanya putih. ( GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *