LSM LIRA Probolinggo Akan Seret Kasus Meninggalnya Balita Di PUSKESMAS ke Ranah Hukum

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET|Probolinggo, – Peristiwa meninggalnya seorang balita paska persalinan di Puskesmas Krucil, mendapat atensi DPD LSM LIRA Kabupaten Probolinggo. Kejadian yang diduga dampak dari abainya petugas kesehatan dalam memberikan pelayanan, akan diseret ke ranah hukum.

Bupati DPD LSM LIRA Probolinggo, Syamsudin menyampaikan, pihaknya sebagai fungsi kontrol mendapat aduan dari masyarakat dalam dugaan pelayanan yang tidak baik di Puskesmas Krucil. Sehingga menjadi penyebap hilangnya nyawa balita.

Pihaknya berjanji akan menyoalkan kejadian tersebut pada ranah hukum. Sebab, itu menyangkut nyawa seseorang. Mengingat kewajiban dokter memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi dan standar operasional prosedur serta kebutuhan medis.

Seharusnya, apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan/pengobatan, bisa merujuk pasien ke dokter/sarana kesehatan lain yang mempunyai kemampuan yang lebih baik.

“saya perintahkan ke anggota untuk investigasi guna mengumpulkan data data jika nanti di temukan dugaan pelanggaran akan saya bawa ke Ranah hukum,” kata dia.

Hasil temuannya sementara, pihaknya menduga ada oknum bidan yang memang arogan dan hak-hak yang harus diberikan pasien. Diduga juga oknum itu menyalahi Undang-undang No.29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran Pasal 50 dan 51, Hak dan Kewajiban Dokter.

“Kami akan melayangkan surat aduan ke Dinkes, IDI, kemenkes, dan pihak penegak hukum. Perihal pelayanan oknum bidan yang arogansi sehingga menyebabkan hilangnya nyawa balita yang baru lahir,” tegas Samsudin

Sekedar informasi, pasangan suami istri Lumrianto (28) dan Indah (21) warga dusun Talang desa Kertosuko kecamatan Krucil, mendatangi Puskesmas Krucil untuk bersalin, pada Kamis (15/7) lalu. (Win)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *