Dua Tersangka Kasus Pungli Pasar Hadir Penuhi Panggilan Pemeriksaan, Satu Lagi Mangkir Karena Sakit

  • Whatsapp
BLORA | Kabaroposisi.net – Setelah Kejaksaan Negeri melakukan Penetapan Tersangka Kasus Pungli Pasar Cepu pada (30/07/2021) dalam press release Kejaksaan Negeri Blora (Kejari) hari ini Jumat (06/08/2021) di lakukan Pemanggilan 3 tersangka untuk dilakukan pemeriksaan.
Dalam Pemanggilan pemeriksaan terhadap 3 tersangka, salah satunya berinisial S Kepala Dinas tidak hadir dikarenakan sakit dan 2 tersangka hadir bersama kuasa Hukumnya.
“Salah satu tersangka tidak bisa hadir dikarenakan sakit dan surat di bawa oleh kuasa hukum dan 2 tersangka berinisial W dan MS hadir penuhi panggilan pemeriksaan dan di damping kuasa hukumnya,” terang Muhammad Adung Kasi Intel sekaligus Humas Kejari Blora yang dihubungi via WA (06/08/2021)
Lebih lanjut M Adung mengatakan, ” sampai detik (14.28) para tersangka masih diperiksa oleh tim Pidsus,” jelasnya
Terkait Uang pungli pasar yang besar 865 juta disita Kejaksaan tersebut dari kas daerah. Humas Kejari Blora M Adung menyampaikan uang tersebut disita dari kas daerah, Masih di rekening titipan kejaksaan di BRI, Uang yang di sita kemarin,” terangnya
Ditanya adanya tersangka lainnya dalam kasus pungli pasar cepu ini M Adung di hadapan awak media mengatakan Kita ulang lagi awal prosesnya, karena sekarang ini diperiksa sebagai tersangka, keterangan tersangka nantinya apakah ada penambahan keterangan dari sebelumnya yang ada, apakah menjurus lanjut, untuk penambahan tersangka, kita lihat keterangan tersangka ini, apakah ada penambahan atau cukup mereka bertiga, tinggal keterangan para tersangka ini, cleannya kemana, kalo bernyanyi, toh mereka akan bernyanyi, kita lihat nanti,” ungkapnya.
Di konfirmasi soal Uang Pungli Pasar Cepu yang pada waktu itu dimasukkan kas daerah apakah bentuk upaya tersangka pencucian uang agar tidak terjerat hukum  melalui WhatsApp belum ada jawab ada dari Humas Kejari Blora.
Terkait Hal tersebut Sekertaris Daerah  Komang Gede Irwandi mengatakan, ” Maaf saya tidak tahu persis ceritanya nggih, Coba dengan inspektorat nggih, ” ujarnya ketika di hubungi melalui WhatsApp (06/08/2021).
Sementara itu, tadi pagi di tempat yang sama, seperti yang telah diunggah dalam video YouTube, Pengacara dari W dan MS menyatakan bahwa pentingnya pelurusan pelaksanaan administrasi dalam konteks pengelolaan pasar, karena pasar sendiri juga merupakan objek untuk pendapatan asli daerah (PAD).
“Oleh karena itu, perlu dilakukan pelurusan administrasi dalam konteks pengelolaan pasar, karena meskipun tidak ditemukan aturannya, apakah ini terkait dengan pidana atau administrasi, karena ini juga dalam konteks pengelolaan pasar, ini sudah berlangsung lama, dan sebagai obyek PAD, jadi ada kaitannya dengan Pemerintah Daerah, yang mana PAD sendiri juga dinikmati oleh masyarakat Blora, maka di mana letak kerugian negara, nanti kita akan gali,” papar Kadi Sukarna, Pengacara dari tersangka W dan MS kepada para awak media. (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *