Waao…Adi Cahyono Putra Banyuwangi Emban Amanah Bidang Advokasi Di PABPDSI Provinsi Jatim

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Luar biasa salah satu putra Blambangan Banyuwangi Adi Cahyono, S.Sos.,SH.,MH warga Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh. Masuk dalam jajaran struktural kepenguruan DPD Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Provinsi Jawa Timur.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Kemiri, Koordinator BPD se Kecamatan Singojuruh dan berprofesi sebagai Advokat itu, ketiban sampur berada dalam Lembaga Dan Badan Otonom Orgamisasi di bidang Advokasi PABPDSI Provinsi Jawa Timur periode 2021-2027. Hal tersebut sebagaimana tertuang pada Surat Keputusan Nomor : KEP-05/PP.PABPDSI/V/2021 Tentang : Pengesahan Komposisi Dan Personalia, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, Dewan Penasehat, Dewan Pakar Dan Pengurus Provinsi Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Iindonesia Provinsi Jawa Timur Masa Bakti 2021-2027.

Dalam penyampaiannya kepada nedia saat dikonfirmasi Adi Cahyono mengatakan, bahwa tidak disangka-sangka dirinya akan mendapatkan kepercayaan besar itu. Tentu tidak ringan emban tugas tersebut, tapi bagaimana lagi kata Adi Cahyono sudah kepercayaan adalah anugerah yang tak mudah didapatkan. Oleh karena itu lanjut Adi Cahyono, dirinya berkomitmen akan melaksanakan tugas atau amanah organisasi dibidangnya dengan penuh tanggung jawab.

“Yang pasti ini adalah tugas yang berat karena cakupan wilayah kerjanya tingkat Provinsi. Tapi mau gimana lagi, ini anugerah dan sebuah kepercayaan yang tetap harus disyukuri. Dan saya berkomitmen pada diri saya sendiri, akan jalankan tugas amanah ini dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab”, tuturnya Rabu 26/5/2021 saat ditemui di kediamannya.

Sekilas Adi Cahyono geber soal BPD, diurainya lahirnya BPD adalah wadah penampung aspirasi masyarakat. Yang mana BPD juga jalankan tugas pengawasan atas perencanaan kegiatan Pemerintah Desa, pelaksanaan kegiatan, dan pelaporan penyelenggaraan Pemerintah Desa melalui monitoring dan evaluasi.

Lanjutnya, secara filososofis tentunya akan memberikan warna tersendiri antara Pemerintah Desa dan BPD, memberikan rasa keharmonisan dan kerjasama antara BPD dan Pemerintah Desa. Yang muara akhirnya adalah demi kemajuan Desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Hal ini bisa akan berjalan dengan baik jika ada jembatan yang mampu menyatukan ide konsep, tugas dan wewenang antar lembaga. Tak kalah pentingnya adalah bangunan komunikasi yang kuat dengan Pemerintah Daerah, juga DPRD setempat. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *