Sadari Jabatan Adalah Pengabdian, Kadus Bopong Nenek Tua Untuk Dapatkan Vaksinasi Covid-19

  • Whatsapp

Kabarposisi.net | BANYUWANGI –Sebuah pemandangan menarik dan mengedukasi siapapun yang mengetahuinya. Yaitu seorang Kepala Dusun kedapatan membopong nenek tua untuk mendapatkan Vaksinasi. Di Pendopo kantor Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Kamis 20/5/2021.

Sulton Hamdani adalah nama lengkapnya dan Pak Sulton nama panggilan kesehariannya. Sulton adalah sebagai Kepala Dusun di lingkungannya yaitu Dusun Wijenan Kidul. Kepercayaan jabatan Kepala Dusun (Kadus) tersebut dia lakoni sudah beberapa tahun lamanya. Kadus yang juga diketahui punya  latarbelakang santri (jebolan Pesantren) itu. Membuat orang-orang yang ada di Pendopo Desa tercengang tindakannya kepeduliannya pada warganya.

Menurut Kepala Desa Singolatren Apandi, Kadus Wijenan Kidul Sulton Hamdani selain jalani tugas pokonya sebagai Kadus. Kesehariannya dia layani antar jemput warga driver Mobil Unit Reaksi Cepat (URC) Desa. Pasalnya Kadus Sulton bisa dibilang istirahatnya tidak bisa ful karena sewaktu-waktu dibutuhkan oleh warga. Yang sering dilakukan adalah antar jemput warga ke Rumah Sakit. Dan kebetulan hari itu ada kegiatan Vaksinasi untuk Lansia, memang dilakukan jemput bola kepada warga yang secara fisik tidak mampu berjalan.

Sementara Kadus Sulton dalam keterangannya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa nenek tua yang dibopongnya adalah warga di dusunnya. Ada sekitar beberapa orang yang harus dibantu berjalan atau naik ke Mobil URC. Antar jemput bahkan sampai-sampai membopong dilakukan karena alasan-alasan sebagaimana dikatakannya.

“Yang pertama tanggung kawab jabatan saya sebagai Kepala Dusun adalah mengabdi kepada masyarakat. Kedua masyarakat saya terutama yang Lansia ini supaya tidak kelewatan dari suntik Vaksin dan aman dari Covid-19. Yang terakhir warga saya anggap sebagai keluarga sendiri termasuk nenk tadi saya anggap sebagai nenek saya sendiri juga nenek-nenek yang lainnya mas”, tutur Kadus Sulton lepas dan nampak ketulusannya.

Orang-orang yang ada di Pendopo Desa saat itu mengira bahwa nenek tua yang dibopong Kadus Sulton adalah neneknya sendiri. Ternyata bukan, bahkan hal yang sama dilakukan kepada nenek-nenek yang lain karena kondisinya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *