Beberapa Pesantren Di Banyuwangi, Akan Nikmati Program Pemberdayaan Ekonomi Dari Demokrat

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net | BANYUWANGI – Informasi bahwa DPC Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi programkan “pemberdayaan ekonomi Pesantren”. Media tangkap dalam acara konsolidasi Partai Demokrat yang digelar di Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Sabtu 8/4/2021.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Banyuwangi KH. Maskur Ali yang notabene Pengasuh Pondok Pesantren “Ibnu Sina” Jalen Genteng. Namun KH. Maskur Ali sebelumnya menyampaikan alasan kenapa 10 Kiyai di Banyuwangi bergabung ke tubuh Partai Demokrat.

KH. Maskur Ali sebut ada beberapa alasan kenapa para 10 Kiyai di Banyuwangi bergabung ke Partai Demokrat. Diantaranya disebut karena visi misi Partai Demokrat meskipun bukan partai yang lahir dari rahim NU ada kesamaan dengan program Nahdatul Ulama.

“Ada apa sebenarnya kiyai-kiyai di Banyuwangi kok mau masuk ke Demokrat, paling tidak ada tiga alasan. Yang Pertama bahwa Partai Demokrat dengan NU visinya ada kesamaan. Garis politik Partai Demokrat adalah Nasionalis Relegius, bekerja, berkarya untuk kepentingan rakyat berlamdaskan moral dan agama”, cetus Mantan Ketua NU Banyuwangi 3 periode itu.

Lanjut KH. Maskur Ali lempar pertanyaan, “Apakah NU itu juga Nasionalis…? “. Dikatakannya bahwa NU adalah embahnya Nasionalis yang kemudian diLanjut dengan kilas balik sejarah perjuangan Kiyai-Kiyai NU di masanya. Diceritakan KH. Hasyim Asyhari pendiri Nahdatul Ulama di tahun 1916, 1917, dan 1918. Saat-saat Indonesia berada dalam penindasan penjajah Belanda.

Untuk membangkitkan semangat rakyat, KH. Hasyim bersama Kiyai-Kiyai pendiri NU mendirikan 3 organisasi pergerakan kebangkitan diantaranya Nahdlatul Fikri (Kebangkitan Pemikiran), Nahdlatul Tujjar (Pergerakan Kaum Saudagar), dan Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) yang dikenal dengan jargonnya “Hubbul Wathan” yaitu “cintai tanah air adalah bagian daripada iman”.

Alasan berikut kurang lebih urai tentang sebuah ungkapan bahwa NU ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana, yang artinya warga NU boleh ada di mana-mana tetapi dalam kiprahnya tetap berpegang teguh pada prinsif-prinsif ke-NU-an yang sudah ditetapkan dalam organisasi Nahdatul Ulama. Setidaknya di manapun berada warga NU harus bisa memberi manfaat kepada ummat.

Alasan yang terakhir KH. Maskur Ali mengutip apa yang pernah disampaikan oleh Kiyai Hasyim Muzadi Pengurus Besar Nahdatul Ulama dimasanya. Dikatankannya bahwa menurut Kiyai Hasyim Muzadi, NU itu selama ini keberpihakannya kepada kejujuran dan keadilan bukan pada kekuasaan dan kekuatan. Yang kemudian dengan tanpa keraguan KH. Maskur Ali mengatakan kalau Ketua Partai Demokrat Banyuwangi (Michael Edy Hariyanto, SH) adalah tokoh Banyuwangi yang berani menyuarakan kebenaran, dan berani menyuarakan keadilan”.

Alasan lain juga disampaikan oleh KH. Maskur Ali, bahwa para Kiyai mau bertemu dan mendukung Partai Demokrat. Karena ternyata Partai Demokrat Banyuwangi mempunyai progran yang peduli kepada kehidupan keluarga NU yang ada di Pesantren. Dengan programnya yaitu ingin “memberdayakan ekonomi Pesantren”. Dan untuk rombongan pertama pesantren yang ditunjuk pada tahun 2022 disebutnya insyaallah sudah bisa menikmati program pemberdayaan ekonomi dari Partai Demokrat tersebut. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *