Optimalisasi PBB, Camat Singojuruh Lakukan Sosialisaisi/Penyuluhan Kepada Juru Pungut

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Bertempat di balai Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Jum’at 30/04/2021. Berlangsung kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Juru Pungut Pajak Bumi Bangunan Tahun 2021 oleh Camat Singojuruh.

Secara kebetulan juga dalam waktu yang sama Kepala Desa Singolatren Apandi sedang undanghadirkan seluruh RT/RW dalam rangka penyerahan insentif. Dalam kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Juru Pungut PBB tersebut, Camat Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si didampingi stafnya bernama Yamadi.

Kades Apandi selaku yang berketempatan sepertinya sedikit naik tensi dalam menyampaikan beberapa hal kepada RT/RW. Baik soal pajak maupun soal kinerja, tugas dan tanggung jawab RT/RW. Hal tersebut disampaikan karena Kades Apandi mengaku selama menjabat tidak pernah memerintah seenaknya kepada RT/RW. Dan disinyalir ada yang hanya merasa dirinya selaku Ketua RT/RW, sok pinter, banyak bicara tapi tidak tanggung jawab pada tugasnya.

Kades Apandi minta dengan tegas kepada para Ketua RT/RW untuk membantu mensukseskan pemasukan pajak di Desa Singolatren. Dan tak segan-segan pula Kades Apandi lontarkan pertanyaan kepada para Kadus dilakukan cek saat itu juga. Untuk mengetahui sejauh mana melaksanakan tanggung jawabnya sebagai juru pungut. Apandi pun minta kepada Kepala Dusun untuk menonaktifkan Ketua RT/RW yang tidak proaktif.

“Saya minta kepada Kepala Dusun, bagi Ketua RT/RW yang tidak proaktif dan tidak sanggup melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya segera dilakukan pergantian saja”, tegas Kades Apandi.

Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si dalam penyampaiannya kepada para RT/RW dan Kepala Dusun. Lebih kepada soal tehnis atau cara bagaimama dalam melakukan penarikan kepada Wajib Pajak (WP) bisa tercapai sesuai target. Camat Tri juga mewarning agar tidak main-main dengan uang pajak, setiap penyetoran usahakan disertai bukti tertulis/kwitansi.

Disampaikan pula oleh Camat Tri pemasukan pajak dari Desa Singolatren sampai per hari ini belum sesuai target. Sementara desa-desa yang lain sudah lebih bahkan ada yang hampir lunas 100 %. Oleh karena itu Camat Tri pada kesempatan tersebut menekankan pembahasannya pada solusi bagaimana Desa Singolatren segera capai target. Pasalnya apa yang disampaikan oleh Camat Trisetia maupun Kades Apandi lebih kepada persoalan etos kerja juru pungut.

Diakhir penyampaiannya, Camat Trisetia mengingatkan soal penegakan protokol kesehatan untuk membantu pemerintah berjuang menekan penularan covid-19. Camat Tri minta para Ketua RT/RW jadi contoh masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan.

“Kalau pak RT/RW, dan Kadus nya gak pakai masker warganya sulit diberi pemahaman dan dibangkitkan kesadarannya”, ungkapnya.

Lagi-lagi dicontohkan kasus covid-19 farian baru yang akhir-akhir ini menyerang India. Yang mana kasus positif covid-19 per hari mencapai angka ratusan ribu orang. Angka kematiannya pun mencapai ribuan sehingga pemerintah India pun kesulitan lakukan kremasi. Dengan sedikit nada haru Camat Tri mangatakan,

“Saya tidak ingin ada warga Singolatren dan Singojuruh umumnya, ber-hari raya di Rumah Sakit terpisah dengan keluarga karena positif covid-19”, pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *