Bertahap Hampir 100% Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Di Blora

  • Whatsapp

KABAROPOSISI|Blora, – Selama pandemi Covid-19 sudah Setahun pembelajaran secara daring, ini membuat siswa dan sebagian besar orang tua murid berharap pembelajaran tatap muka. Hari ini Rabu 21/04/2021 wawancara langsung Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten dituangnya.

Dengan belajar melalui daring ada beberapa kendala yang terjadi di lapangan banyak siswa yang drop out, mulai pernikahan dini, bekerja membantu keluarga maupun males masuk sekolah.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Hendy Purnomo mengatakan pandemi Covid-19 memang membuat beberapa kendala proses belajar mengajar dan banyak siswa yang drop out.

” Data kami siswa didik di kabupaten Blora yang tidak kembali sekolah meningkatkan,” ucapnya.

“Berapa waktu lalu dikumpulkan oleh bupati Blora Arief Rohman Terkait perkembangan siswa dari tingkat sekolah dasar, menengah, negeri maupun sekolah dibawah naungan Departemen Agama, Dewan pendidikan memberikan masukan terkait perkembangan dan kendala selama pandemi, dan beliau meminta ijin gubernur untuk Blora memulai belajar tatap muka di sekolah dan kami memulai lebih awal, ” terang Hendy Purnomo

Lebih lanjut dari hasil pertemuan tersebut ditindaklanjuti dengan mulai membuka secara bertahap pembelajaran tatap muka dari 38 sekolah sampai hari untuk SMP sudah keseluruhan SD masih 80% untuk TK Minggu depan hanya 1 TK satu kecamatan dulu,” ungkapnya

” Pembelajaran tatap muka ini benar benar melalui proses ketat dari jumlah siswa yang masuk jumlah dibatasi, yang penting waktu belajar juga dibatasi tak kalah penting Jarak antara Siswa juga di atur sesuai prokes,” terangnya

” Masuk sekolah di masa covid-19 peserta didik dan pengajaran harus disiplin mengikuti protokol kesehatan, kalo peserta didik lebih displin ketiban pengajar kadang lupa g pakai masker ketika memgajar,” ucap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora ini.

Dia Menambahkan, ” Untuk pengajar yang di usia diatas 50 sudah hampir keseluruhan divaksin, bagi pengajar yang dirasa kurang enak badan tidak harus mengajar, juga bagi orangtua peserta didik jika belum ingin anaknya belajar tatap muka tidak paksa untuk mengikuti, Jelasnya

Untuk memantau kesehatan peserta proses belajar tatap muka di sekolah hanya melalui Komunikasi dari peserta didik dengan pengajar sekolah masing masing meskipun disiapkan tim yang dibantu Dinas Kesehatan,. ” Pungkasnya (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *