Jembatan Ketapang Ambles Camat Singojuruh Lakukan Sidak, Kades Cantuk Angkat Bicara

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Pengguna jalan terutama kendaraan roda 4, yang hendak menuju Desa Cantuk, Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh, Desa Bedewang, Desa Parangharjo Kecamatan Songgon. Dan atau dari arah sebaliknya menuju Desa Padang, Desa Singolatren dan sekitarnya.

Hendaknya waspada dan berhati-hati ketikan melintas di Jembatan Ketapang Dusun Kelampokan Desa Cantuk Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Karena badan Jembatan yang punya sebutan nama Jembatan Ketapang itu saat ini mengalami ambles kontruksinya. Mengetahui hal tersebut Kepala Desa Cantuk Masbudi segera berkoordinasi dengan Camat Singojuruh.

Dan menindak lanjuti informasi dari Kades Masbudi,  Rabu 31/03/2021 sekira pukul 11:30 Wib Camat Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si didampingi Stafnya lakukan sidak ke lokasi jembatan Ketapang yang ada di Dusun Kelampokan Desa Cantuk itu.

Kades Cantuk Masbudi awalnya landai-landai saja saat dikonfirmasi kepada awak media menyampaikan.

“Yang pertama saya menghimbau kepada warga Cantuk, Padang, Bedewang dan sekitarnya, terutama yang mengendarai roda 4. Hendaknya waspada dan berhati-hati ketika melintas di jambatan ini, karena kontruksi jembatan ambles dan membahayakan tentunya”, tuturnya.

Ditanya tentang kira-kira apa yang jadi penyebab amblesnya badan/kontruksi jembatan, Kades Masbudi tanpa basa-basi lagi mengatakan.

“Hal ini kalau menurut kami disebabkan banyaknya Dum Truk material pasir yang muatannya melebihi tonase. Jadi kami sangat prihatin sekali dengan kondisi seperti ini. Mudah-mudahan melalui ini bisa didengar oleh pihak-pihak terkait dan yang berwenang, sehingga masalah ini bisa segera diselesaikan dan tidak sampai ada jatuh korban. Kontruksi di bawah jembatan ini sudah ambrol sudah runtuh dan ini sangat membahayakan sekali, mau gak mau jembatan ini harus ditutup”, urai dan tegasnya.

Masih menurut Kades Masbudi, bahwa dirinya selama ini teriak-teriak kepada pihak penambang, pihak supir Dum Truk untuk membatasi muatan. Kades juga menyayangkan, kenapa pada kondisi jembatan yang sudah seperti itu dan membahayakan sekali kok masih berani Dum Truk melintas di jembatan tersebut.

“Untuk itu saya minta kepada pihak penambang juga para Supir Dum Truk untuk tidak melintas di jembatan ini dulu demi keselamatan bersama. Kami tidak pernah melarang Dum Truk lewat Desa Cantuk, tapi mbok yo ada pengertian. Sudah aspal hancur baru 3 bulan ratusan juta¬†sudah gak bisa dipakai jalan itu karena rusak, ini ada tindakan. Jalan Singojuruh hancur, jalan Kemiri hancur masyarakat mau lewat mana ini. Coba apakah kemudian dibiarkan kondisi seperti ini. Maka kami mohon kepada Pemerintah Daerah khususnya yang punya kewenangan ambil langkah pak. Kalau memang desa diberi kewenangan kami akan melangkah. Karena ini kewenangan daripada pihak Dinas Perhubungan juga Dinas PU, maka kita tidak bisa berbuat apa-apa”, geber Kades Cantuk Masbudi.

Sementara Camat Trisetia dalam konfirmasinya menyampaikan bahwa setelah mendapat laporan tentang amblesnya jembatan dari Kades Cantuk. Bersama staf Kecamatan lagsung sidak untuk mengetahui kebenaran informasi dan kondisi jembatan.

“Saya lihat tadi sepertinya kontruksi bagian bawah penahan badan jembatan adalah bangunan lama dan sudah tidak mampu lagi termakan usia sehingga mengalami ambles dan runtuh. Untuk itu kami dari pihak Kecamatan hari ini juga akan bersurat ke Dinas PU untuk kiranya diprioritaskan dilakukan perbaikan. Karena ini akses yang menghubungkan ke beberapa desa di wilayah Kecamatan Singojuruh dan Kecamatan Songgon”, ungkapnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *