Ketum BP3RI Ach. Faisol, Minta Pihak Yang Berkompeten Tegasi Agen Penyalur BPNT Ilegal

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Gegernya penyaluran Bansos program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dilakukan oleh Agen tidak resmi alias ilegal di beberapa Desa wilayah Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi. Mendapat sorotan dari Achmad Faisol Ketua Umum Badan Pemantau Penyelenggara Pemerintahan Republik Indonesia (BP3RI).

Menurut Achmad Faisol hal tersebut kalau dibiarkan berlanjut bisa menimbulkan penafsiran negatif. Terutama penegakan aturan terkait penyaluran Bansos dalam hal ini adalah program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Tak seharusnya penyaluran BPNT dilakukan oleh pihak yang tak ada ikatan kontrak dengan BTN. Hal ini harus ditegasi oleh pihak yang berkompeten apakah Pemerintah melalui Dinas Sosial yang membidangi maupun dari pihak BTN sendiri. Kalau dibiarkan maka apa gunanya kontrak itu dibuat sebagai legalitas layak tidak layaknya Agen penyalur BPNT”, tutur Achmad Faisol Ketum BP3RI.

Masih menurut Ahcmad Faisol, jangan-jangan keberadaan Agen penyalur BPNT tidak resmi di Kecamatan Songgoh sudah diketahui. Tapi sengaja dibiarkan dan tidak dilakukan tindakan, menunggu setelah ramai baru akan ditindak.

“Jangan-jangan adanya Agen tidak resmi ini sudah diketahui, hanya saja dibiarkan tidak dilakukan tindakan. Saya berharap kepada pihak berkewenangan turun ke lapangan, tindak tegas agen-agen tidak resmi di wilayah Songgon. Tegakkan aturannya kalau memang ada aturan khusus tentang program BPNT ini”, harapnya.

Ahcmad Faisol juga menganggap ada yang aneh, yaitu ada Agen resmi dicabut EDC (Electronic Data Curter) nya oleh BTN. Karena kadapatan menerima tumpangan menggesek kartu ATM dari Agen tidak resmi luar Desa. Sementara kepada Agen yang tidak resmi dan tidak punya EDC numpang gesek kartu ATM tidak dilakukan tindakan. Satu contoh disebutkan oleh Achmad Faisol adalah Agen resmi di Desa Kemiri Kecamatan Singojuruh. EDC nya dicabut oleh BTN karena menerima tumpangan gesek kartu ATM dari Agen tidak resmi Desa lain.

“Ini kan aneh Agen resmi di Desa Kemiri dicabut EDC nya karena terima tumpangan gesek kartu ATM dari Agen tidak resmi Desa lain. Tapi Agen yang tidak resmi dan numpang gesek kartu ATM penyebab dicabutnya EDC Agen resmi Desa Kemiri, tidak diambil tindakan”, sesal Achmad Faisol Ketum BP3RI yang berkantor di Desa Sragi Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi itu.

Pasalnya menurut Achmad Faisol apa yang dilakukan oleh Agen penyalur BPNT tidak resmi, selain nabrak aturan merugikan orang lain. Dalam hal ini kata Achmad Faisol adalah Agen penyalur resmi BTN yang sudah terikat kontrak. Mereka dirugikan selain dicabut EDC nya kalau terima tumpangan gesek kartu, juga tidak bisa melayani penyaluran secara maksimal sesuai jumlah KPM yang jadi haknya. Karena menurutnya untuk bisa menjadi Agen resmi penyalur BPNT tidak mudah harus memenuhi syarat-syarat tertentu. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *