Penyalur BPNT Diduga Ilegal, Sudah Dapat Teguran Dari TKSK Nekad Berulah

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Gempar di wilayah Kecamatan Songgon adanya beberapa Agen Penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Yang tidak resmi alias tidak pegang kontrak dengan BTN juga tidak punya Electric Data Curter (EDC) dari BTN.

Kabarnya para Penyalur BPNT diduga ilegal tersebut melakukan transaksi pencairan BPNT numpang hesek kartu ATM milik KPM di lain tempat atau Agen-Agen resmi. Akibatnya ketika Agen-Agen resmi tersebut ketahuan melayani penggesekan kartu ATM yang bukan KPM di wilayahnya, dicabut kontraknya oleh BTN.

Sehubungan dengan hal tersebut Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Songgon dalam hal ini Ratna Andriani selaku pendamping. Dikonfirmasi tentang permasalahan adanya Agen-Agen Penyalur BPNT diduga ilegal tersebut membenarkan adanya. Di Desa Parangharjo Agen resmi ada satu yaitu Toko atas nama pemilik Ida. Sementara yang tidak resmi (non BTN) ada dua yang memaksakan menyalurkan Bansos BPNT.

“Di Parangharjo ada satu agen BTN yang resmi yaitu Tokonya Bu Ida. Tetapi ada dua agen penyalur tidak resmi (non BTN) yang memaksakan untuk tetap menyalurkan Bansos BPNT”, ucapnya Kamis 25/03/2021.

Berikut awak media tanyakan sejauh mana Ratna Andriani selaku TKSK (Pendamping) setelah mengetahui ada Agen tidak resmi di wilayah kerjanya.

“Saya sebagai pendamping BPNT sudah melakukan teguran lewat telepone dan wa juga langsung mendatangi Toko tersebut. Saya juga memberi pemahaman bahwa yang boleh meyalurkan adalah agen resmi BTN. Tetapi mereka tetap menyalurakn.
Say juga sudah koordinasi dengan Tikor serta memanggil Agen tidak resmi tersebut di desa bersama Pemdes, BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas Parangharjo. Untuk memberi pembinaan dan teguran, tetapi mereka tetap memaksakan penyaluran”, jelasnya.

Masih kata Ratna, kewenangan dirinya selaku Pendamping hanyas sebatas memberikan pembinaan dan teguran.

“Kewenangan saya sebagai Pendamping sebatas memberi pembinaan, dan menegur”,

Disinggung soal Agen tidak resmi yang melakukan transasksi pencairan BPNT numpang gesek kartu ATM di Agen resmi yang punya EDC dari BTN. Lebih lanjut Ratna menegaskan,

“Berdasarkan kasus yang sudah terjadi, maka BTN akan mencabut EDC yang *meminjamkan* kepada Agen tidak resmi tersebut, dan itu kewenangan BTN”, tegasnya.

Diakhir penyampaiannya Ratna mengaku bahwa terkait permasalahan itu sudah pernah duduk bersama di Kecamatan, Dinsos, Tikor, dan Pendamping tapi mereka (Agen tidak resmi) tidak mengindahkan. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *