Kormenbun PTPN XII Banyuwangi, Apresiasi Tindakan Polisi Sikapi Pencabulan di Lingkungan Kebun

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Viral di media adanya kejadian 6 pemuda pesta miras berikut cabuli anak gadis 14 tahun di pinggiran sungai selatan Wisata Waduk Sidodadi (WWS) Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore Kabupaten Banyuwangi. Diketahui bahwa Dusun Sidodadi Desa Karangharjo Kecamatan Glenmore berada dalam lingkungan PTPN XII Kebun Kalirejo.

Koordinator Manager Kebun (Kormenbun) PTPN XII Banyuwangi Dugel Hariyadi, SP.

Mengingat kejadian tersebut berada dalam lokasi lingkungan Kebun PTPN XII dalam hal ini Kebun Kalirejo. Awak media mintai tanggapan Koordinator Manager Kebun (Kormenbun) PTPN XII Banyuwangi Dugel Hariyadi, SP. Dalam keterangannya Sabtu 06/02/2021 via Whats App-nya Kormenbun Dugel Hariyadi menyampaikan keprihatinannya.

“Saya merasa prihatin dan menyayangkan sekali atas kejadian tersebut, yang sangat saya sesalkan pelaku melakukan tindakan pidana di lokasi kebun. Kalau benar kejadiannya di lingkungan kebun, saya menghimbau kepada semua rekan-rekan di kebun untuk selalu waspada terhadap semua orang yang keluar masuk di lingkungan kebun. Karena tindak pidana bisa terjadi di mana saja apabila ada niat dan kesempatan”, ungkapnya.

Lebih lanjut Kormenbun Dugel menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasinya atas tindakan cepat Polresta Banyuwangi dalam hal ini Polsek Glenmore menyikapi permasalahan tersebut. Setidaknya menurut Kormenbun yang pertama dengan adanya tindakan hukum ada efek jera pada pelaku. Yang kedua ada edukasi bagi mereka yang lain agar berfikir seribu kali untuk melakukan perbuatan yang sama.

Kormenbun berharap pihak keluarga korban tabah menerima ujian yang sangat berat itu dan mempercayakan penanganannya kepada pihak Aparat Pengegak Hukum (APH).

“Saya berharap pihak keluarga korban tabah menerima ujian yang berat ini, dan percayakan penanganannya pada penegak hukum. Sekali lagi saya atas nama PTPN XII mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepolisian, semoga hal yang serupa tidak terjadi lagi”, pungkasnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *