Antisipasi Penularan Covid 19, SMPN 2 Songgon Bagikan Raport Di Ruang Terbuka

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – SMPN 2 Songgon Kabupaten Banyuwangi yang selama ini terpantau lengang karena tidak ada kegiatan pembelajaran secara Tatap Muka. Hari ini Sabtu 16/01/2021 ramai karena kehadiran orang tua/wali siswa yang hendak ambil Raport Smester 1 anak-anaknya.

Antisipasi penularan Covid 19, pihak sekolah berlakukan prosedur Protokol Kesehatan kepada setiap orang tua/wali murid yang hendak memasuki halaman sekolah. Diantaranya dilakukan tes suhu tubuh, kewajiban pakai masker, dan disemprot hand sanitizer. Tak hanya itu, hindari terjadinya kerumunan pihak sekolah tempatkan para orang tua/wali murid di ruang terbuka yaitu halaman utama sekolah.

Melalui pemandu acara pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf karena mengingat patuhi Protokol Kesehatan. Terpaksa para orang tua/wali murid tidak ditempatkan dalam ruangan namun di halaman sekolah. Permohonan maaf juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Songgon Sukarni, M.Pd dalam sambutannya.

“Sehat itu murah yang mahal itu kalau sakit, makanya karena masih di masa pandemi covid 19 marik dijaga kesehatan dan patuhi Protokol Kesehatan yaitu jalankan 3 M : Memakai masker, Mencuci tangan, dan menjaga jarak”, ungkap Sukarni dalam mukaddimahnya.

Lanjut Kepala Sekolah Sukarni menjelaskan bahwa SMPN 2 Songgon selama 1 tahun ini melaksanakan pembelajaran kepada siswa melalui darring. Kepala Sekolah meminta kerjasama wali murid terkait pembelajaran melalui darring untuk ikut memantau dan mengingatkan anak-anaknya. Agar rajin mengikuti pembelajaran lewat darring dengan harapan agar anaknya tidak ketinggalan pelajaran dan punya nilai pada tiap mata pelajaran yang ada.

“Demi lancarnya pelaksanaan pembelajaran melalui darring ini, saya atas nama sekolah mohon kerjasamanya bapak ibu. Untuk ikut memantau dan mengingatkan anak-anaknya supaya rajin absen dan engikuti pembelajaran lewat darring tiap hari efektif. Kenapa, supaya anak-anak bapak ibu tidak ketinggalan pelajaran dan punya nilai pada setiap mata pelajaran yang ada”, pinta dan himbaunya.

Menghindari kesalahfahaman disampaikan bahwa bila nanti ada orang tua/wali murid yang hadir tapi pulang tidak membawa Raport anaknya jangan ditafsirkan negatif. Hal tersebut dikarenakan di Raport siswa yang bersangkutan tidak ada nilai sama sekali pada masing-masing mata pelajaran yang dicantumkan mengingat siswa tersebut tidak pernah mengikuti pembelajaran melalui darring. Jangankan ikuti pelajaran ansen saja banyak siswa yang tidak melakukan sama sekali.

Diinformasikan pula bahwa disinyalir akan ada pemberlakuan pelaksana pembelajaran Tatap Muka. Namun untuk bisa melaksanakan pembelajaran Tatap Muka ada syarat-syarat yang harus dipenuhi diantaranya 1. Mendapatkan rekomendasi dari Bupati, 2. Dinas Pendidikan menunjuk sekolah-sekolah yang sudah siap melaksanakan pembelajaran Tatap Muka, 3. Mendapat persetujuan dari Komite Sekolah dan, 4. Mendapat persetujuan dari orang tua/wali murid.

Sementara untuk SMPN 1 Songgon ditegaskan oleh Sukarni untuk pelaksanaan pembelajaran Tatap Muka sudah siap, terutama berkenaan ketersediaan fasilitas Protokol Kesehatan. Dan pada kesempatan pembagian Raport tersebut pihak SMPN 1 Songgon sekaligus meminta persetujuan dari para wali murid bila ingin menjalankan pembelajaran secara Tatap Muka. Dan untuk persetujuan dari orang tua/wali murid tidak ada penekanan harus menyetujuinya, karena menyangkut hak masing-masing.

Komite Sekolah dalam hal ini oleh Ketuanya yaitu Drs. Subandiyo meneruskan dan menggaris bawahi apa yang disampaikan oleh pihak sekolah. Ada beberapa hal yang perlu dimusyawarahkan dan perlu persetujuan dari wali murid kelas 9 sehubungan dengan persiapan-persiapan jelang kelulusan. Hal itu dilakukan oleh Komite agar keputusan atau kebijakan yang akan dilakukan oleh pihak sekolah tidak ada kendala apapun di kemudian hari. Pasalnya kata Bandiyo transparansi dan bersepakat jadi hal yang penting demi kebaikan dan kepentingan pihak sekolah, wali murid, dan siswa. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *