Pasar Wit-Witan Masih Ketat Terapkan Protokol Kesehatan Pada Pengunjung

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Sejak dibukanya kembali aktivitas Pasar Wit-Witan Desa Alasmalang Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Dalam beberapa waktu setelahnya kehadiran pengunjung tak seramai sebelum masa pandemi Covid 19.

Kehadiran pengunjung yang biasanya mencapai ribuan setiap minggunya, menyusut tinggal hanya ratusan pengunjung. Tak hanya itu, karena sepinya pengunjung ada beberapa pelapak yang terpaksa istirahat tak berjualan lagi.

Minggu 27/12/2020 tadi pantauan media pengunjung Pasar Wit-Witan sudah mulai mengalami peningkatan tingkat kehadiran pengunjungnya berkisar 1000 lebih pengunjung. Lagi-lagi alasan cegah terjadinya klaster Covid 19 di Pasar Wit-Witan, protokol kesehatan (prokes) betul-betul ditegakkan.

Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP rutin tiap hari Minggu lakukan pemantauan terkait prokes di Pasar Wit-Witan. Unsur Polri (Polsek Singojuruh), TNI (Koramil 0825/13 Singojuruh), Trantib (Pol PP) Kecamatan Singojuruh dan Kepala Desa Alasmalang dibantu Linmas. Ketat lakukan pemantauan prokes kepada pengunjung di dalam lokasi Pasar Wit-Witan.

Setiap pengunjung yang hadir diwajibkan cuci tangan, wajib bermasker, tes suhu tubuh dan sebelum masuk diberi saran untuk hindari terjadinya kerumunan di dalam lokasi. Imam selaku Ketua Paguyuban Pasar Wit-Witan setiap hitungan menit melalui pengeras suara tak bosan-bisannya mengingatkan para pengunjung terkait prokes.

“Kami tak segan-segan memberi teguran bahkan meminta untuk keluar dari lokasi kepada pengunjung yang lalai atau bandel prokes. Terserah mau dibilang apa yang kami lakukan, karena ini demi keselamatan dia sendiri juga pengunjung yang lain”, tutur M. Suparlan Trantib Kecamatan Singojuruh.

Sementara Camat Trisetia dalam obrolan santainya sempat mengatakan.

“Kami bersama unsur Forpimka yang lain alhamdulillah dalam hal penegakan protokol kesehatan di wilayah Kecamatan Singojuruh terus berjalan. Kami bersinergi sering keliling bersama ke desa-desa juga tempat-tempat yang menurut kami perlu diberi sosialisasi terkait protokol kesehatan. Kami berharap di Singojuruh tidak akan mengalami peningkatan kasus, dan semoga warga Singojuruh diselamatkan oleh Allah dari wabah membahayakan ini mas”, ungkap Camat Trisetia.

Pantauan media seprtinya pengunjung merasa nyaman dan semua mengenakan masker, terlihat ada yang tak bermasker tapi saat menikmati menu belanjaannya saja. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *