Potensi Budaya Terpendam Di Desa Lemahbang Kulon, Butuh Perhatian

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Diakui atau tidak yang bisa membuat nama Banyuwangi melambung sampai ke manca negara salah satunya adalah karena potensi “Seni Budaya” yang dimiliki. Hampir di setiap wilayah di Kabupaten Banyuwangi terdapat seniman-seniman berkeahlian khusus.

Salah satunya awak media dapati di Desa Lemahbang Kulon Kecamatan Singojuruh bernama panggilan Turin. Mempunyai keahlian memahat pada media kayu-kayuan untuk di bentuk berbagai motif terutama buat patung. Kepada awak media TURIN kesukaannya hanya memahat yang berhubungan dengan budaya asli bumi Belambangan. Suatu misal properti dan patung-patung tokoh kerajaan Belambangan.

Menurut pengakuannya, Turin punya keahlian memahat secara autodidak, dan dalan setiap membuat sesuatu berdasarkan inspirasi yang tiba-tiba muncul begitu saja dalam pikirannya. Hal tersebut diawali dengan mempelajari terlebih dahulu bentuk kayu yang didapat pantasnya dimotif apa. TURIN menyampaikan harapan dan pesan untuk generasi muda di Banyuwangi.

“Saya berharap anak-anak muda di Banyuwangi untuk bisa melestarikan budaya, negara kita ini termasuk Banyuwangi dikenal oleh orang di luar negeri salah satunya karena ragam budayannya. Jangan kita banggakan budaya luar, tapi buatlah orang luar bangga pada budaya kita. Kenapa…?, karena budaya erat kaitannya dengan peradaban kehidupan kita”, tutur Turin.

Jenis kayu yang jadi media keahlian memahat Turin ada dua jenis kayu yaitu jenis kayu Nangka dan kayu Trembesi. Sementara Kepala Desa Lemahbang Kulon Drs. Subandiyo mengapresiasi dengan keahlian yang dimiliki oleh warganya itu. Kades Subandiyo berharap di Banyuwangi ada sebuah lembaga atau apa sebutan lainnya. Yang bisa menampung dan menumbuhkembangkan warga yang punya keahlian seperti Tiri. Dengan harapan selain nguri-uri budaya juga bisa menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

Ketika ditanya bagaimana selaku Kepala Desa supaya apa yang dilakukan warganya (Turin) bisa punya nilai manfaat ekonomi.

“Yang kelas kami akan support agar apa yang dilakukan oleh Pak Turin ini bisa lebih maju dan berkembang. Bahkan kami menginginkan keahlian Pak Turin ini bisa ditularkan kepada anak-anak muda di desa ini. Dan untuk itu kami akan cari terobosan bagaimana nanti kalau di desa kami kegiatan ini jadi kegiatan produksi bernilai ekonomi”, ungkapnya. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *