DPC BMI Banyuwangi Angkat Bicara Soal Oknum PPS Mengaku Buka Kotak Suara.

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Tahapan Pilkada Banyuwangi yang digelar 9 Desember 2020 masih belum usai, kali ini Muhammad selaku Wakil Ketua DPC Bintang Muda Indonesia (BMI) Banyuwangi angkat bicaa terkait temuan – temuan dilapangan.

Hal ini disampaikan oleh Muhammad, telah menemukan oknum Panitia Penyelenggara Pemilu (PPS) yang mengaku membuka kotak suara didampingi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) diluar ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, Aksi tersebut dilakukan di kantor Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring, Banyuwangi dan disampaikan secara gamblang pada Rapat Pleno Terbuka oleh Panitia Pemilihan Kecamatan Cluring (PPK Cluring), Sabtu (12/12/2020).

Wakil Ketua DPC BMI Banyuwangi, Muhammad menilai aksi ini sangat tidak tepat untuk dilakukan, dan tidak menutup kemungkinan kasus ini terjadi di TPS lain.

“Sangat disayangkan, bisa jadi hal demikian terjadi di 166 TPS se Kecamatan Cluring, bahkan se Banyuwangi melakukan ini,” tegas muhammad, Senin (14/12/2020).

Berdasarkan 2 video yang beredar dengan durasi 3 menit 18 detik dan 17 detik itu, menurut Muhammad,  bahwa terlihat ketua PPS Desa Tamanagung, Ervin Fibrianda menyatakan pihaknya benar-benar melakukan tindakan ini.

Lanjut dijelaskan oleh Muhammad dimana dalam satu video tersebut, Ervin menyampaikan, “Dari seluruh PPS juga ada, seluruh KPPS juga ada, pengawas TPS juga kami hadirkan pak, kalau tidak ada pengawas TPS kami tidak berani, dan kami menyarankanya kepada KPPS-KPPS untuk menghubungi saksi,” kata Muhammad mengulang apa yang disampaikan Ervin pada Video.

“Beruntung aksi yang dilakukan didua TPS yang meliputi TPS 04 dan TPS 14 di Desa Tamanagung ini tidak sampai menciderai hasil perolehan suara di Desa tersebut,” kata Muhammad.

Menyikapi temuan tersebut Muhammad bersama pihaknya akan menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan regulasi yang ada.

Kami berusaha menghubungi pihak PPS, PPK, dan Panwascam setempat sampai detik ini tidak bisa dikonfirmasi terkait Video oknum PPS yang mengaku membuka kotak suara diluar ketentuan ini,” ujar Muhammad.

Rasa penasaran Muhammad ditempat terpisah menceritakan¬†bahwa dirinya sudah menghubungi Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, diperoleh jawaban bahwa “Hasyim Wahid menerangkan apabila ada potensi pelanggaran agar segera dilaporkan ke pihaknya,” Gebernya kepada media.

Hingga detik ini pihaknya masih belum menerima laporan jenis pelanggaran dimaksud.

Masih kata Muhammad setelah menghubungi pihak Komisioner, “jadi untuk syarat pelaporan tidak boleh lebih dari 7 hari. Dan yang kedua pelapor mengisi form laporan agar bisa ditindaklanjuti, kemudian dijelaskan yang melaporkan siapa, yang dilaporkan siapa, selanjutnya laporan akan ditindaklanjuti jika sudah memenuhi syarat material, ” kata Muhammad. (ktb)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *