POLIWANGI SABET PERUNGGU DAN SELAMATKAN NAMA POLITEKNIK PADA PIMNAS 33

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.-Banyuwangi – Poliwangi menjadi satu satunya Politeknik yang berhasil mendapatkan medali pada Puncak Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 33 Universitas Gadjah Mada pada hari Sabtu 28 Nopember 2020 berlangsung meriah meskipun dilaksanakan secara Hybrid, yaitu luring bagi panitia dan juri, serta berlangsung daring bagi peserta pimnas 33.

Bertempat di Graha Saba Pramana UGM, acara penutupan pimnas 33 berlangsung khidmat dan lancar. Seluruh peserta mengikuti dari tempat masing-masing melalui live zoom dan Youtube.

Bacaan Lainnya

Diawali dengan pembukaan oleh ketua PIMNAS 33, Djagal Wiseso Morseno. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa gelaran PIMNAS 33 menjadi ajang bagi mahasiswa untuk bertukar pikiran dalam menjawab permasalahan dan tantangan yang ada di masyarakat.  “PIMNAS 33 kali ini berjalan lancar yang diikuti sebanyak 625 tim dengan jumlah peserta hampir 2400 dari 101 Perguruan TInggi di Seluruh Indonesia” Ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Adwiani Astuti mengutarakan kelegaannya atas selesainya pelaksanaan PIMNAS 33 meskipun dilaksanakan dengan format yang berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.  “Semua peserta yang mengikuti PIMNAS 33 kali ini adalah juara, karena telah terpilih dari puluhan ribu tim yang mengikuti PKM Pendanaan 2020” Tambah Ani dalam sambutannya.

Pada gelaran PIMNAS 33 ini, Tim PKM-T Poliwangi berjudul Kabat (Kandang Lebah Terintegrasi) pada Peternak Lebah Madu Tunas Harapan Kelurahan Gombengsari berhasil menyabet Penghargaan Perunggu pada kategori utama Presentasi Kelas (presentasi, video, laporan akhir). PKM-T Kabat yang diketuai oleh Riki Habibi dengan beranggotakan Mirta Jhoswanda, Dhimas Panji Sastra, Abi Sarirayndra, Velanda Aden Pradipta, dan Ajie Setyo Nugroho untuk pertama kalinya meraih medali untuk kategori utama presentasi kelas, sekaligus menyelamatkan nama Politeknik di gelaran PIMNAS 33 UGM 2020.

“Alhamdulillah, rasanya luar biasa…deg-deg an selama pengumuman…semangat dan kerjasama tim selama 1 tahun terakhir untuk PKM terbayar lunas, terimakasih kepada anggota, dosen pendamping bapak Alfin Hidayat yang berperan besar untuk memotivasi dan membimbing kami, kepada Direktur bapak Son Kuswadi dan Wadir Kemahasiswaan  bapak Muhammad Shofiul Amin yang selalu memberi support, Official Bu Ika Yuniwati yang selalu mendukung tim dari awal persiapan PIMNAS hingga penutupan, dan seluruh civitas academika Poliwangi semua.” Ujar Riki.

Sementara itu seluruh official, dosen pendamping, dan anggota tim tidak henti hentinya mengucap syukur dan kebanggaan atas prestasi di PIMNAS 33 UGM 2020 ini. “Alhamdulilah, akhirnya pecah telur, ditengah keterbatasan karena pandemi, tim PKM-T tetap termotivasi untuk berprestasi. Untuk pertama kali tim Poliwangi merebut medali perunggu di kategori utama presentasi kelas. Capaian yang sangat positif jika dilihat peserta yang ada dari beberapa Perguruan Tinggi besar. Sementara Poliwangi jadi satu satunya wakil Politeknik yang mendapatkan medali. Kami akan evaluasi apa yang menjadi kekurangan tim sehingga selanjutnya bisa lebih baik lagi” ujar Alfin Hidayat selaku Dosen Pendamping sekaligus reviewer PKM Nasional.

Senada dengan bapak Alfin, Official ibu Ika Yuniwati, mengungkapkan tim PKMT sudah juara bagi Poliwangi karena sudah menyingkirkan puluhan ribu peserta dari seluruh PT di Indonesia.

“Terimakasih banyak tim PKM-T Poliwangi, peserta PIMNAS 33 merupakan peserta pilihan yang sudah melewati 4 tahapan (seleksi internal, seleksi administrasi, seleksi substansif, dan seleksi PKP2 atau monev), dengan menyisakan 625 tim dari 65 ribu tim seluruh Indonesia, jadi bagi Poliwangi, tim PKMT adalah juara, selamat kapada tim semoga medali perunggu ini dapat memotivasi generasi selanjutnya dan Poliwangi untuk lebih baik lagi, sampai bertemu di PIMNAS 34” Tambah Ika.

Wadir Kemahasiswaan, Muhammad Shofi’ul Amin juga berpesan agar PKM tahun berikutnya dipersiapkan lebih baik lagi.

“Saya lihat kita berada di klasemen 26 dari 101 Perguruan Tinggi dan berhasil menyelamatkan nama Politeknik pada pimnas 33 kali ini, kita sudah berada di trend yang sangat baik, InshaAllah program-program kreativitas mahasiswa akan terus ditingkatkan agar prestasi Poliwangi pada level nasional juga meningkat” Ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Poliwangi, Son Kuswadi  juga memberikan ucapan selamat  sekaligus nasehat agar tetap rendah hati dan mengevaluasi apa yang menjadi kekurangan untuk persiapan tahun selanjutnya.

“Selamatdan sukses kepada tim PKM-T Poliwangi atas raihan yang didapat di pimnas 33, sangat membanggakan karena satu-satunya Politeknik yang mendapatkan medali, yang artinya kita berada di peringkat 1 untuk PT Vokasi. Tentu saja capaian ini tidak mudah karena telah mengalahkan ribuan peserta dari Perguruan Tinggi besar di Indonesia. atas raihan ini pula kita telah membuka “mental block” bahwa ternyata kita bisa bersaing dan diperhitungkan. Kita akan evaluasi lagi supaya kedepannya bisa mendapatkan hasil yang lebih baik”. Tutupnya (red)

Sumber : Koordinator Humas : Wahyu Naris Wari, S.T., M.T. 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *