Sunan Ketua BMB Katakan, Politik Sekarang Mulai Berubah Makna

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI- Acara Deklarasi oleh relawan yang menamakan dirinya Laskar Suko, Laskar Kebaman, dan Paguyuban Penabung KUD Tri Jaya Sraten di Desa Kebaman Kecamatan Serono Selasa 17/11/2020. Selain menghadirkan Cabup Paslon 01 Yusuf Widyatmoko, S.Sos dan Ketua DPC Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto, SH, juga Sunan Ketua Banyuwangi Muda Bersatu (BMB).

Pada kesempatan tersebut, penitia memberikan kesempatan untuk menyampaikan orasi dihadapan relawan pendukung Paslon 01. Dalam penyampaiannya Sunan terlebih dahulu kupas soal perbedaan politik masyarakat jaman dulu dengan politik masyarakat sekarang.

Kupasnya, dahulu politik jadi ajang di mana masyarakat berkumpul bersama dengan semangat bergotong royong mengajukan diri mengajukan keinginan menyampaikan kebutuhan kepada calon pemimpinnya. Dahulu pula masyarakat berkumpul bukan karena diundang, masyarakat hadir karena ingin menyumbang. Yang punya kopi atau bubukan bawa kopinya, yang punya gorengan bawa gorengannya, yang punya ketela pohon bawa ketela pohon, yang punya kerupuk bawa kerupuk, bahkan yang hanya punya air putihpun bawa air putihnya.

Sangking hasrat untuk memberikan prubahan urai Sunan, masyarakat rela berkorban agar calon pemimpinnya jadi. Hal tersebut terjadi kata Sunan, saat di mana dahulu masyarakat mau sadar untuk bergotong-royong saling dukung mendukung. Tapi menurut Sunan akhir-akhir ini politik mulai berubah maknanya, yang mana kehadiran pasangan calon oleh masyarakat dianggapnya adalah kehadiran uang, dianggapnya paslon hadir akan memberi uang, diangapnya masyarakat hadir akan diberi hadiah. Lalu apa selanjutnta kata Sunan,

“Akhirnya apa bapak ibu sekalian, wajar jika kemudian banyak pembanguan-pembangunan, wajar jika kemudian kenutuhan masyarakat jika pada saat paslon itu jadi diindahkan. Wajar jika kemudian pambangunan-pembangunan yang dibutuhkan masyarakat tidak dilakukan oleh pemimpin yang jadi. Karena mereka sudah megeluarkan uang saat pencalonannya. Demi mengembalikan modal besar yang dia keluarkan saat pencalonan mereka korupsi. Beliau ambil uang rakyat, beliau ambil uang yang seharusnya untuk pembangunan rakyat”,

Di ujung penyampainnya Sunan sekilas berkisah tentang peristiwa luar biasa terjadi pada saat acara Konsolidasi dengan 500 anak-anak muda yang tergabung dama Bamyuwangi Muda Bersatu (BMB) yang diketuainya. Kata Sunan pada kegiatan di Alam Indah Lestari (AIL) terjadi penggalangan dana atau donasi besar-besaran.

Yang mana Sunan mengaku melihat ada salah satu pemuda yang mampunyai menyumbang uang sisa disakunya yang tinggal 2500 rupiah saja. Tapi menurut Sunan nilai nominal uang yang disumbangkan senilai 2500 rupiah kecil tetapi punya makna dan manfaat besar untuk mendukung perubahan di Banyuwangi. Pasalnya Sunan dalam orasinya menyampaikan pesan tolak politik uang. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *