Mantan Pesepak Bola Nasional, Katakan Wajib Memenangkan Mas Yusuf Karena Didholimi

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Pada acara Serap Aspirasi yang digelar Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi Michael Edy Hariyanto, SH, Jumat 06/11/2020 di Dusun Logjak Desa Pengatigan Kecamatan Rogojampi Kabupaten Banyuwangi.

Pada siesen serap aspirasi dari beberapa orang perwakilan desa yang menyampaikan usulan-usulan dan pendapat. Ada salah satu tokoh menyampaikan usulan atau pendapatnya, berbeda dari yang lainnya. Tokoh tersebut bernama Imam Hambali yang dikenali oleh masyarakat Banyuwangi adalah mantan Pesepak Bola Nasional.

Di usulan pertama Imam hanya tidak minta bantuan uang atau bangunan. Imam hanya mohon kepada Michael Edy Hariyanto bagaimana dirinya dan teman-temannya punya sebuah komunitas sosial bisa punya kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Sehingga bisa melangsungkan kegiatan sosialnya yaitu membantu meringankan beban hidup sekira 70 warga yang perlu perhatian khusus.

Kedua Imam menyampaikan pendapatnya kenapa harus memenangkan Mas Yusuf..?, Kata Imam Hambali di hadapan hadirin,

“Saya beberapa bulan yang lalu beserta taman-teman sudah omong-omong kenapa kita harus memenangkan Mas Yusuf. Karena menurut teman-teman dan kami semuanya, Mas Yusuf ini orang yang didholimi”, ucapnya.

Lanjut Imam jelaskan kenapa Yusuf dikatakan sebagai orang yang didholimi. Diurainya bahwa semua tahu Yusuf itu sudah berpuluh-puluh tahun  jadi Kader tulen dan murni salah satu partai. Tetapi kenapa dalam kontek Pilkada tahun ini Yusuf malah disingkirkan oleh Partainya sendiri. Ada apa.? tanya Imam tanpa perlu jawaban.

Masih kata Imam tentang Yusuf Widyatmoko Cabup Paslon 01. Menurutnya Yusuf orangnya baik, peduli terhadap sepak bola (Persewangi), begitu juga disebutnya nama Michael sangat peduli terhadap sepak bola di Banyuwangi.

Sebelum Imam akhiri penyampainnya, Michael sempat tanyakan kepada Imam, “Ini Live di Jtv, tolong Pak Imam katakan dengan jujur, apakah Pak Imam katakan itu semua atas setingan..?”. Dijawab dengan tegas oleh Imam Hambali dengan angkat sumpah Demi Allah, bahwa apa yang disampaikannya bukan setingan. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *