Iwan : “Hanya Satu Ungkapan, Rakyat Banyuwangi Inginkan Perubahan Tatanan & Pola Kepemimpinan”

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET | BANYUWANGI – Ratusan Posko Pemenangan, Deklarasi dukungan dari Komunitas-Komunitas, gerakan Relawan-Relawan. Untuk memenangkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi No. Urut : 01 yaitu Yusuf Widyatmoko, S.Sos dan KH. Muhammad Riza Aziziy, M.IEB. Kia hari kian membeludak di berbagai pelosok se Kabupaten Banyuwangi.

Pantauan media, Cabup Cawabup 01 yang lebih ngetren dengan sebutan nama Yu – Riz (Yusuf – Riza) itu, hampir dipastikan jarang bertemu dalam satu panggung acara. Baik Yusuf maupun Riza harus berbagi waktu memenuhi undangan dari berbagai elemen masyarakat di Banyuwangi. Tak hanya itu tim dari Partai Pangusunnya pun baik Demokrat, PKB, Golkar, dan PKS juga turut kebagian jadwal atas nama Paslon hadiri acara-acara deklarasi dukungan.

Sebagaimana disampaikan Iwan Rudiyanto, SH Ketua Bappilu DPC Partai Demokrat yang juga Wakil Ketua Tim Pemenangan Paslon 01 saat dikonfirmasi.

“Inilah dinamika politik mas, tak selamanya kekuasaan itu ada pada tangan manusia. Karena datangnya takdir kekuasaan itu ada campur tangan Allah Swt. Kekuasaan bisa kita ikhtiari dengan berjuang, namun kembali lagi finalnya ada pada kehendak Allah Swt. Maka seperti apa, dan dengan cara apa ikhtiar dan berjuang untuk sebuah kekuasaan jadi penting. Kalau saya kutip sebuah istilah orang-orang tua kita, siapa menanam pasti memanen, tanam jagung berbuah jagung”, kata Iwan sedikit bertuah.

Ketika ditanya soal membeludaknya dukungan dari masyarakat kepada Paslon yang diusungnta yaitu Paslon 01 (Yusuf – Riza). Iwan Rudiyanto dengan santai meresponnya.

“Begini, fenomena Pilkada kali ini saya jadi teringat negara kita mau masuk era revormasi di tahun 98. Perubahan besar dan dahsyat itu terjadi karena rakyat Indonesi saat itu merasa senasib, sepenanggungan, dan seperjuangan, satu arah tujuan yaitu perubahan. Sehingga kuatnya penguasa di era itu dengan pertimbangan yang lebih besar yaitu kepentingan bangsa dan negara ke depan, harus tumbang. Nah untuk di Pilkada Banyuwangi kali ini, adalah sejarah pertama kali terjadi di mana Paslon dibiayai oleh masyarakat dan gerakannya seperti arus ombak, saling dukung saling kejar menuju satu arah dan akhirnya menggelagar suaranya di bibir pantai”, kisahnya.

Sedikit kurang memahami korelasi antara peristiwa revormasi dengan Pilkada di Banyuwangi, kembali media minta Iwan perjelas apa yang dimaksut.

“Tegasnya seperti ini mas, Pak Yusuf dan Gus Riza oleh sebagian besar rakyat Banyuwangi diinginkan harus menang dan jadi Bupati Wakil Bupati. Kenapa…, hanya satu ungkapan yaitu rakyat ingin perubahan tatanan dan pola kepemimpinan di Banyuwangi. Dalam diri mereka sudah lahir perasaan senasib, seperjuangan yang mungkin sudah lama ada tapi baru sekarang diluapkannya. Dan Pak Yusuf – Gus Riza lah yang jadi tumpuhan harapannya, bisa dicek di lapangan bagaimana aura gerakan perubahan itu. Semburkan uang sebanyak-banyaknya untuk alihkan perhatian mereka, saya pastikan tidak akan mempan, bisa jadi uang diterima tanpa peroleh dukungan. Masyarakat Banyuwangi sudah semakin cerdas dan mulai bisa membaca arah politik”, papar Iwan Rudiyanto, SH. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *