Ditantang Adu Argumen, “Mereka Itu Siapa..?” Kata M. Yunus Harimau Belambangan

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.| BANYUWANGI – Bermula dari viralnya video (youtube) kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Genteng Kabupaten Banyuwangi. Aktivis M. Yunus Wahyudi yang berjuluk “Harimau Belambangan” ambil paksa jenazah pasien asal Purwoharjo yang masih tetangganya diduga terkonfirmasi positif Covid 19 beberapa waktu lalu.

Yang mana dalam video berdurasi kurang lebih 5 menit itu terjadi perdebatan antara M. Yunus Wahyudi dengan petugas medis RSUD Genteng. M. Yunus sepertinya dalam perdebatan menolak pasien yang meninggal tersebut diklaim terpapar Covid 19. Sementata pihak petugas medis berusaha memberikan penjelasan.

Debat seru dan tindakan M. Yunus Wahyudi di RSUD Gentemg tersebut mendapat respon dari salah satu Ormas di  Banyuwangi. Hal ini dikutip dari sebuah media harianmerdekapost.com, Ormas tersebut mengecam keras tindakan M. Yunus dianggapnya apa yang dilakukannya hanya orang yang berpikir kiri saja. Tidak mengakui adanya Virus Corona, yang nyata sudah terlihat jelas di dunia dengan adanya kematian yang begitu meraja lela.

Tak hanya itu, Ormas tersebut juga meyakini tindakan M. Yunus bukan untuk masyarakat, namun untuk mencari sebuah nama dan kedudukan. Yang lebih mengejutkan lagi, tindakan M. Yunus dianggap salah dan tidak ber SDM, dan M. Yunus pun ditantang untuk adu berargument dengan tata cara yang benar.

Sementara M. Yunus Wahyudi di konfirmasi tentang berita yang beredar tersebut, justru santai dan tertawa seolah tidak ada beban. Menurut M.Yunus tak perlu dirinya cari panggung karena sudah dikenal.

“Ngapain saya cari panggung, masyarakat Banyuwangi pastinya sudah banyak yang mengenal saya,” ungkapnya Jumat 02/10/2020.

Berikut M.Yunus berargumen bahwa semua punya keyakinan masing-masing dan keyakinan itu harus dipertahankan.

“Saya meyakini apa yang saya perbuat itu benar menurut saya, dan siapa yang tidak percaya adanya Covid 19 ?, Saya tidak pernah mengatakan covid itu tidak ada, dimana mana saya mengatakan bahwa Covid 19 itu ada. Namun di Banyuwangi kematian karena Covid itu patut dipertanyakan, karena rata-rata orang yang meninggal divonis Covid itu mempunyai penyakit bawaan sebelumnya atau sering disebut komplikasi”, paparnya.

Dikonfirmasi terkait adanya respon dari salah satu Ormas tentang tindakan dan pernyataannya di video yang beredar. Dengan santai M.Yunus mengucapkan terima kasih ada yang memperhatikannya.

“Saya terima kasih pada salah satu Ormas tersebut, dengan itu menandakan bahwa mereka selalu memperhatikan gerakan-gerakan saya. Pastinya seluruh gerakan saya itu murni untuk masyarakat dengan dasar Amar ma’ruf Nahi mungkar”, ujarnya.

Berikut menanggapi tantangan adu argument oleh ormas terhadap dirinya, M. Yunus hanya lempar senyuman ciri khasnya.

“Mereka itu siapa kok nantang saya debat, saya mau berdebat masalah ini dengan jajaran pemerintah yang berkompeten di bidangnya. Agar semua masyarakat juga mendapat kejelasan yang pasti tentang kematian yang divonis covid 19 khususnya di Banyuwangi.”pungkasnya. (r35/tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *