Reses 2 DPRD Provinsi Jatim Fraksi Demokrat dr. Agung Mulyono, Serap Aspirasi Masyarakat

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Tokoh Masyarakat Desa Gumirih Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi dari berbagai unsur. Rabu malam sekira Pukul : 19:30 Wib hingha usai, berkumpul di satu tempat. Hadiri undangan acara Rese 2 Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Dekokrat dr. Agung Mulyono.

Mengingat waspada Covid 19, penyelenggara acara Reses kepada warga yang hadir diberlakukan protokol kesehatan. Mulai dari wajib masker, cek suhu tubuh, hand sanitizer, bahkan tempat dudukpun diatur sedmikian rupa jaraknya.

Bacaan Lainnya

Jalannya acara Reses dipandu oleh Sekertaris DPC Partai Demokrat Julisetuo Puji Rahayu. Hadir pula selaku Ketua DPC dan juga Wakil Pimpinan DPRD Banyuwangi Fraksi Partai Demokrat Michael Edy Hariyanto, SH. Seperti diketahui bahwa Reses adalah suatu kesempatan Anggota DPR bertatap muka dengan rakyat dalam rangka serap apsirasi.

Setelah pembukaan dan menyanyikan lagu kebangasaan Indonesia Raya, Sekdes Gumirih dari unsur Pemerintahan Desa selaku yang berketempatan acara. Pada kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih, desanya terpilih berketempatan acara Reses 2 Anggota DPRD Provinsi Jatim Fraksi Partai Demokrat dr. Agung Mulyono.

Sebelum masuk siesen serap aspirasi, dr. Agung Mulyono sapa hadirin awali dengan menghimbau masyarakat untuk patuhi protokol kesehatan sehubungan dengan waspadai penularan Covid 19. Karena menurut dr. Agung klaster baru tidak hanya terjadi di tempat umum dan perkantoran, tapi sudah terjadi di lingkungan keluarga.

Berikut dr. Agung sampaikan bahwa Reses kali ini fokus keinginannya adalah mendorong bagaimana UMKM menggeliat dan bergairah kembali di Jawa Timur. Karena pandemi Covid 19 menurut dr. Agung sangat memukul UMKM hingga nyaris tak bergerak sama sekali. Oleh karena itu kepada hadirin dr. Agung menyarankan agar dalam menyampaikan keinginan atau aspirasi tidak hanya pada persoalan bangunan fisik, tapi prioritskan juga pada soal bagaimana menggerakkan UMKM yang sudah ada. Atau setidaknya bila ada Bumdes tetapi yang ada unit kegiatan simpan pinjamnya akan diberi hibah modal.

Setelah siesen serap aspirasi dibuka, Ketua BPD Gumirih Sapto Mudito usulkan pembangunan beberapa sarana saluran pengairan area pertanian, modal budi daya ternak pembesaran Itik, dan bantuan stimulan kepada warga terdampak Cobid 19. H. Husaini dari unsur HIPPA menyampaikan keluhan kelangkaan pupuk, dan Moh. Akbar ngotot untuk dapatnya akses jalan di Dusun Gadok dipavingisasi atau dilakukan pengerasan setidaknya, karena kalau hujan jalan becek aktivitas masyarakat mati suri nunggu keringnya jalan. Untuk kebutuhan UMKM karena tidak ada yang mengusulkan ditunggu kalau sudah ada yang jalan. Sebenarnya dr. Agung tertarik berikan hibah modal pada Bumdes, tapi harus ada unit kegiatan simpan pinjamnya.

Dari beberapa usulan atau aspirasi yang disampaikan oleh beberapa perwakilan dikabulkan kecuali keluhan soal kelangkaan pupuk karena memang hampir merata kejadiannya di semua Kabupaten. Namun setidaknya menurut dr. Agung, soal keluhan sulitnya pupuk bersubsidi di berbagai daerah sudah diteruskan kepada pihak terkait bahkan ke Kementerian Pertanian. Khususs tentang keluhan kelangkaan pupuk, dr. Agung minta bantuan Michael Edy Hariyanto, SH untuk memberikan informasi dan pemahaman kepada audien.

Michael pun geber sabab musabab tsrjadinya kelangkaan pupuk subsidi di Banyuwangi. Salah satunya disebutkan karena kebutuhan pupuk subsidi di Banyuwangi seharusnya sebanyak 66 ribu ton dipotong 51 % hanya diberikan 31 ribu ton. Dan karena itu Michael mengaku pernah bahas dengan Ketua DPRD mengusulkan tambahan bersurat ke Gubernur dan hasilnya dapat tambahan tapi hanya 8 ribu ton saja. Namun Michael mengaku terus akan berusaha cari solusi bagaimana petani di Banyuwangi kebutuhan pupuknya terpenuhi.

Yang menarik pada kesempatan tersebut dari beberapa usulan, salah satu usulan terutama dari tokoh Dusun Gadok yang ngotot soal perbaikan jalan. Dikabulkan atau disanggupi oleh Michael selaku Wakil Ketua dan Anggota DPRD Banyuwangi yaitu akan dialokasikan anggaran senilai 200 juta untuk pavingisasi. Mendengar itu, hadirin sontak tepuk tangan sambil bersuara tak beraturan tapi bermakna ungkapan terima kasih yang luar biasa atas apa yang disampaikan Michael Edy Hariyanto.(r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *