SULAP SAMPAH PLASTIK JADI BARANG BERNILAI JUAL, BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA POLIWANGI CIPTAKAN MELTER BAGI WARGA SUMBER BERAS MUNCAR

  • Whatsapp
Serah terima alat dari BEM Poliwangi kepada mitra

Kabaroposisi.net.|BanyuwangiMasalah sampah plastik bukanlah masalah baru yang timbul di tegah masyarakat, sampah plastik merupakan masalah lingkungan berskala global.

Sifat praktis dan ekonomis masyarakat menyebabkan plastik sering dijadikan sebagai barang sekali pakai, sehingga membuat banyak masyarakat yang menggunakan barang berbahan dasar plastik. Plastik merupakan bahan anorganik yang tersusun dari bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan, sehingga penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat bagi lingkungan karena sifatnya yang sulit terurai. Salah satu Desa di Banyuwangi yang diketahui memiliki permasalahan terkait sampah plastik yaitu di Desa Sumberberas Kecamatan Muncar.

Melihat hal tersebut Tim Program Hibah Desa Binaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi bermitra dengan TPST 3 R KSM Sido Ayu Desa Sumberberas Kecamatan Muncar. TPST 3 R KSM Sido Ayu merupakan tempat pengolahan sampah terpadu yang kegiatannya meliputi pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, pengolahan, dan pemrosesan akhir sampah. Namun di TPST ini masih ditemui permasalahan yakni adanya penumpukan sampah plastik yang merupakan masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut mengingat sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai.

Dengan demikian untuk mengurangi adanya penumpukan sampah plastik pada TPST tersebut Tim Program Hibah Desa Binaan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi berinisiatif untuk membuat suau alat yang dinamakan mesin peleleh dengan Teknologi Melter. Dengan adanya mesin ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekitar TPST Khusunya para karyawan yang bekerja di TPST agar mereka tidak kesulitan dalam melakukan pengolahan sampah plastic.

Selain dapat mengurangi masalah penumpukan sampah plastik, hasil lelehan dari mesin ini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual seperti paving, furnitur misalnya pot, sehingga dapat menambah penghasilan masyarakat sekitar khususnya bagi pihak mitra. (r35)

Sumber : Koordinator Humas,
Wahyu Naris Wari, S.T., M.T.   

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *