Kades Sraten Harap DPMD Carikan Solusi Soal Wifi, Demi Lancarnya Pelayanan Masyarakat

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET.|BANYUWANGI – Kepala Desa Sraten Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi, keluhkan terjadinya hambatan pelayanan lewat oline untuk masyarkatnya. Hal tersebut disebabkan bukan karena kesalahan atau ketidakmampuan kinerja staf desanya. Namu akunya karena Wifi Fiber yang digunakan di Kantor Desa Sraten diduga tidak maksimal.

Sebagaimana disampaikan kepada awak media Rabu 29/7/2020 oleh H. Rahman Kades Sraten saat dikonfirmasi via phone-nya.

Bacaan Lainnya

“Kami akui adanya hambatan atau kendala dalam memberikan pelayanan secara online. Hal itu karena faktor Wifi yang kami gunakan tidak maksimal, untuk tanda tangan secara barcord Saja sangat lambat.” ungkapnya.

Terkait permasalahan tersebut, Kades H. Rahman sebut harusnya Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) membantu mencarikan solusinya. Karena menurut H. Rahman untuk kebutuhan layanan via online di desanya harus keluarkan anggaran tidak sedikit. Dan Kades H. Rahman mengaku sudah koordinasikan permasalahan tersebut ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) juga kepada PT penyedia Wifi.

“Per bulannya kami harus keluarkan anggaran sekitar 1,7 juta dari Dana Desa, namun bila terjadi hambatan atau lemod seperti ini masyarakatlah yang sangat dirugikan. Kami sudah beberapa kali konsultasikan masalah ini ke DPMD. Kami hanya diberi jawaban suruh nunggu dari PT penyedia layanan internet tersebut. Kami juga pernah sampaikan keluhan ini PT penyedia, tapi responnya sama, kami suruh menunggu timnya turun, dan hasilnya sampai saat ini juga belum ada tindakan apa-apa”, paparnya.

Penasaran Kades sebut sudan dikoordinasikan ke DPM, awak media pertanyakan soal kronologis adanya penyediaan Wifi untuk layanan online. Apakah program layanan online menggunakan Wifi gagasan desa atau program dari DPM ?, diceritakan oleh Kades Rahman.

“Dulu kami diundang oleh DPMD untuk laksanakan program layanan Wifi ini dan disepakati pemasangan Wifi ini yang dalam penjelasannya sangat mampu untuk layanan di desa. Karena kita sepakat dan percaya dengan penjelasan-penjelasan yang menjanjikan itu,  akhirnya kami pasang. Ternyata seperti ini kejadiannya, kalau begini kami yang bingung, kalau mau kita putus secara sepihak, malah nanti tagihannya terus berjalan tapi ketika tidak kita putus layanan di kami tidak maksimal. Maka kamu berharap DPMD juga turut membantu memberikan solusinya”, kisah dan keluhnya.

Ditambahkan oleh Kades Rahman menceritakan apa yang disampaikan oleh Sekdesnya.

“Menurut sekdes saya seharusnya 150 Mg kekuatanya, tapi yang keluar hanya 10 Mg pertanyaannya yang 140 Mg kemana.” kata Kades ulang apa yang pernah disampaikan oleh Sekdesnya.

Lanjut awak media konfirmasi mohon tanggapan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Banyuwangi via WhatsApp. Sayangnya sampai dilansirnya berita ini masih belum memberikan tanggapannya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *