Perketat Protokol Kesehatan, Camat Tri Breafing Para Pelapak Pasar Wit Witan

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Demi mempertahankan status pasar Kuliner Wit Witan yang sudah “Terverifikasi” oleh Protokol Kesehatan Kabupaten Banyuwangi. Camat Singojuruh Trisetia Supriyanto, S.STP.,M.Si didampingi Sekcam Singojuruh H. Anas, breafing para pelapak Selasa sore 14/7/2020.

Pada kesempatan tersebut Camat Tri menyampaikan banyak hal yang endingnya adalah perketat penerapan Protokol Kesehatan di Pasar Kuliner Wit Witan. Diinformasikan oleh Camat Tri, bahwa Gugus Tugas lakukan pengawasan ketat terhadap rumah makan atau pasar kuliner dan kegiatan lain yang berpotensi mengundang kehadiran banyak orang, diperketat oleh Gugus Tugas.

Bacaan Lainnya

Camat Tri meneruskan informasi dari Bupati Banyuwangi terkait Banyuwangi mendapatkan surat dari Menko Kemaritiman. Yang isinya perjalanan dinas pejabat pemerintah dan kelembagaan dibuka dan boleh dilakukan ke wilayah-wilayah tertentu salah satunya disebutkan pada urutan nomer satu ke Banyuwangi.

“Kami tidak ingin orang datang ke pasar Wit Witan tidak nyaman dan tidak aman terutama dari penularan Covid-19 kalau kita tidak ketat jalankan Protokol Kesehatan. Karena kalau kita tidak perketat Protokol Kesehatan dengan baik, maka bisa jadi pasar Wit Witan akan ditutup seperti rumah makan-rumah makan di beberapa tempat ditutup oleh Gugus Tugas. Apalagi orang yang datang ke pasar Wit Witan bukan hanya orang Banyuwangi saja, tapi banyak yang dari luar Banyuwangi. Yang mana kita tidak tahu mereka dari wilayah aman atau zona merah. Oleh karena itu jangan sampai pasar Wit Witan jadi klaster baru penularan Covid-19 dan kata kuncinya adalah kita harus ketat jalankan Protokol Kesehatan. Mari kesadaran kita bangun kalau pasar Wit Witan ingin terus beraktivitas”, kata Camat Tri kepada puluhan pelapak.

Disambung oleh Sekcam Singojuruh H. Anas meminta kepada para pelapak untuk kompak saling mengingatkan satu sama lainnya. Jangan sampai hanya kesalahan satu pelapak berimbas kepada pelapak lain kerugiannya. Karena di pasar Wit Witan tidak bersifat individual tapi adalah tanggung jawab bersama. Sekilas terdengar kalimat Sekcam Singojuruh, bahwa di pasar Wit Witan harus ada petugas khusus yang memantau pergerakan pengunjung.

Pantauan media sebelum ada breaving dari Camat Tri, para pelapak melakukan kegiatan-kegiatan yang muaranya adalah berbenah dan melengkapi apa yang dibutuhkan untuk standar Protokol Kesehatan.(r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *