Disdik Kabupaten Bangkalan Kembali Terbitkan Surat Edaran Perpanjangan Belajar Dari Rumah Secara Daring

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET || BANGKALAN, –Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur kembali terbitkan Surat Edaran (SE). Hal tersebut menindak lanjuti hasil keputusan bersama, diantaranya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan serta Kementerian Dalam Negeri.

Adapun tujuannya, ialah tentang panduan penyelengraan pembelajaran pada tahun ajaran serta tahun Akademik baru dimasa pandemi Corona Virus Disease atau yang dikenal dengan Covid-19 tertanggal 15 Juni 2020.

Bacaan Lainnya

Dalam isi surat tersebut, tertuang Peraturan Bupati Bangkalan Nomor 46 Tahun 2020 yang menjelaskan tentang pencegahan penyebaran dan penanganan Covid-19 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Oleh sebab itu, dikarenakan belum meredanya, maka butuh pertimbangan khusus, sehingga perlu dilakukan perubahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan Dr. H. Bambang Budi Mustika, M.Pd menerbitkan Surat Edara (SE) Nomor 420/2065/433. 101/2020 pertanggal 29 Mei 2020 perihal perpanjangan pelaksanaan kebijakan Pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Corona (Covid-19).

“Surat Edaran itu, ditujukan kepada Kabid PAUD dan Non Formal, SD, SMP dan Ketenangan, Korwil Bidang Pendidikan, Pengawas/Penilik serta Kepala UPTD SDN se-Bangkalan agar disampaikan terhadap siswa siswi dan wali murid,” Kata Bambang dalam isi surat tersebut.

Dalam poin isi SE tersebut, mengenai masa perpanjangan Bekerja Dari Rumah (BDR) serta belajar dari rumah bagi Kasek, Tenaga Pendidik jenjang PAUD sederajat, SD sederajat serta SMP sederajat.

“Semulanya Paket C dan Sekolah akan dibuka pada hari senin (13/7/2020), namun melihat situasi perkembangan penyebaran Virur Corona (Covid-19) khususnya di Kabupaten Bangkalan, maka diperlukan pertimbangan untuk memperpanjang BDR hingga batas waktu yang tidak ditentukan,” Jelasnya Disdik secara tertulis.

Selain itu, dalam isi SE tersebut dijelaskan, bagi wilayah yang berada di Zona Kuning, Orange dan Merah, dilarang melakukan pembelajaran tatap muka disatuan pendidikan.

“Untuk wilayah zona hijau dapat melakukan pembelajaran tatap muka disatuan pendidikan secara bertahap sesuai dengan protokol kesehatan atas dasar keputusan Bupati Bangkalan dengan mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan bagi para peserta didik, tenaga pendidik dan keluarga serta masyarakat, sebab merupakan prioritas utama dalam menetapkan kebijakan pembelajaran,” Pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *