Satu Ekor Tikus Harga 1000, Acara Gropyok Tikus

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET|Blora, РKegiatan yang akan dilaksanakan selama 2 hari Selasa dan Rabu tanggal 7- 8/07/2020 dihadiri Kepala Dinas Pertanian Blora dalam pembukaan kegiatan Gropyok  di kecamatan Kedungtuban.

Melalui Whatapps media wartawan Kabaroposisi mewawancari Camat Kedung Tuban Martono kegiatan gropyok tikus, dikarenakan banyak petani yang mengalami gagal panen hal ini salah satu penyebabnya hama tikus yang menyerang tanaman baik itu padi maupun jagung,” ungkap camat.

Bacaan Lainnya

Dari serangan hama tikus ini mempengaruhi hasil pertanian diwilayah lumbung pangan kabupaten Blora. Lebih lanjut Camat Kedungtuban menyampaikan hampir semua lahan yang ditanami padi maupun jagung untuk musim tanam saat ini sehingga hasilnya tidak maksimal.

Harapannya dengan gropyok tikus agar hama bisa dikendalikan, hasil pertanian Kedungtuban sebagai salah satu wilayah lumbung pangan di Blora tetap terjaga

“Kami Forkopimca sudah sering melakukan sosialisasi terkait penanggulangan hama dan sudah ada beberapa desa yang telah berupaya mengendalikan tikus dengan memasang RUBUHA ( Rumah burung hantu),” terang Camat Kedungtuban Martono.

Sementara itu Ka UPTD Pertanian Usman Hadi mengatakan pesertanya seluruh petani se-kecamatan Kedungtuban, kita tidak bisa menentukan jumlahnya, tapi nanti ada acara seremonial oleh kepala dinas luas wilahah kec. Kedungtuban.

” Kegiatan Gropyok Tikus mempunyai tujuan memotifasi petani untuk mengendalikan hama tikus secara bersama sama serta menumbuhkan rasa kegotong royongan yang sudah mulai luntur agar dapat meningkatkan kepedulian diantara petani, Maka kita mengembalikan lagi metode gropyokan tikus yang aman dan efektif, ” jelasnya.

Hama tikus yang menyerang tanaman petani padi dan jagung ini sudah lama terjadi sehingga petani memilih menggunakan jebakan tikus menggunakan listrik sangat berbahaya.

Terkait penggunaan listrik sebagai jebakan tikus yang bulan Mei lalu ada dua petani diwilayah kecamatan Kedungtuban Ka UPTD pertanian Kedungtuban memilih tidak menjawab pertanyaan Tersebut ketika diwawancarai melalui Whatapps.

Yuyus Waluyo politisi dari Nasdem dapil 3 terkait kegiatan gropyok tikus tersebut yang diwawancarai diruang komisi B, ” itu kerja PPL yang tidak maksimal mereka melakukan kurang serius dalam penyuluhan ke petani, seharusnya lebih fokus melakukan penyuluhan termasuk pemberantasan hama tikus, ” tegasnya.

“hama tikus merajalela itu juga karena faktor alam banyak ular sebagai predatornya dibunuh, selain hama, RDKK pupuk di kelompok tani juga dimaksimalkan ini juga penting agar hasil pertanian juga maksimal, ” ungkapnya.

Kades Tanjung Ngaripan mengatakan Semua Desa diikutkan dalam kegiatan gropyok tikus, warga desa Tanjung nanti yang ikut ada 150 warga, dengan gropyok tikus ini mudah mudahan semakin berkurang, serangan hama tikus panen kami sebagian besar di habiskan tikus.

“Bagi peserta nanti yang mendapatkan tikus dipotong ekornya, bangkainya dikubur ekornya nanti yang ditukar dengan uang perekor 1000, total 10jt,” jelasnya.

Kades Tanjung Ngaripan berharap dengan adanya gropyokan tikus serentak dikecamatan kedungtuban diharapkan hama tikus semakin berkurang dan pendapatan atau panen padi nanti dapat hasil yang baik dan melimpah. (GaS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *