Bansos Sembako APBD Banyuwangi Untuk Dampak Covid-19, Baru Realisasi 1 Kali

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Dalam rangka penanggulangan dampak Covid-19 di Banyuwangi, bantuan-bantuan dikucurkan untuk warga terdampak. Ada Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT), Bantuan Sosial Tunai (BST), BPNT tambahan dari Kememterian Sosial (Kemensos) dan yang lain termasuk sembako dari APBD Banyuwangi.

Bantuan-bantuan tersebut diterimakan kepada penerima manfaat terutama terdampak Covid-19 selama 3 bulan (3 kali penyaluran). Sedikit kurang pas adanya informasi dari beberapa Kepala Desa. Bahwa bansos sembako yang dari APBD Banyuwangi baru realisasi 1 kali. Sementara bansos-bansos yang lain sudah untuk ke 3 kali realisasi di tri wulan pertama.

Bacaan Lainnya

Untuk kebenaran informasi lebih lanjut awak media konfirmasi beberapa Kepala Desa. Apandi Kepala Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh membenarkan kalau bansos sembako dari APBD baru 1 kali realisasi.

“Benar dan belum ada imfonya sampai BST dan BLT DD sudah tinggal satu kali, bansos sembako APBD baru satu kali. Masyarakat menanti dan sering bertanya kapan realisasi lagi bansos dari Kabupaten Banyuwangi. Harapan saya semoga segera ralisasi karena masyarakat menanti bansos sembako”, kata Kades Apandi .

Ketua Askab Anton Sujarwo, SE yang notabene Kepala Desa Aliyan Kecamatan Rogojampi Dikonfolirmasi hal yang sama dijawabnya, “Sudah mau realisasi bulan ini, surat sudah turun”.

Berikut awak media tanyakan apa kira-kira yang jadi kendalanya, Kades Anton menjawab, “Kami tidak tau kendalanya mas, harapan kami segera bisa disalurkan dan kami sudah menanyakan itu”, jawabnya.

Penyampaian yang sama disampaikan oleh Hartono Kepala Desa Sragi Kecamatan Songgon saat ditemu di sebuah rumah maakan di Desa Sragi.

“Sama mas dengan desa yang lainnya, di Sragi baru pertama kali itu realisasinya sembako dari APD, bantuan-bantuan yang lain sudah hampir tuntas untuk 3 bulan pertama ini. Kalau masyarakat tanya ya saya jawab apa adanya karena memang belum realisasi sampai sekarang”, ungkap Kades Hartono.

Ketua Papdesi Cabang Banyuwangi Mura’i Ahmad, SE.,SH dikonfirmasi belum memberikan tanggapannya. Karena sedang ada di Jakarta bersama rekan-rekan Papdesi tepatnya di kantor Mahkmah Kinstotusi (MK) sehubungan dengan ada wacana Undang-Udang Desa akan dihapus.

Sementara Plt. Kadinsos Kabupaten Banyuwangi Lukman Hakim dikonfirmasi sehubungan dengan keluhan Kepala Desa mersepon positif dengan singkat.

“Untuk tahap II Insya Allah Bulog akan segera distribusi mulai tgl 10 Juli 2020 Bapak”, respon singkat Plt. Kadinsos Banyuwangi.

Beberapa Kepala Desa yang lain dikonfirmasi via WhatsApp-nya masing-masing, memberikan keterangan singkat yang intinya sama berharap bansos sembako dari APBD Kabupaten Banyuwangi segera realisasi. (r35).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *