Telaga Sarangan Dibuka Kembali Dengan Protokol Kesehatan

  • Whatsapp

KABAROPOSISI, Magetan – Setelah Telaga Sarangan ditutup sementara 3 bulan selama pandemic covid-19, kali ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), membuka kembali wisata ikon Magetan sebagai Uji coba penerapan New Normal dengan penerapan protokol kesehatan. Senin (22/6/2020).

Pembukaan wisata Telaga Sarangan Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, secara resmi dibuka oleh Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M.Si., didampingi Wakil Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti, S.Pd. M.Pd, sebagai pengunjung pertama dengan pemotongan pita dibukanya icon wisata di Magetan.

Bacaan Lainnya

Bupati Magetan Suprawoto mengungkapkan, dalam menyambut tatanan baru New Normal, tempat wisata Telaga Sarangan dibuka dengan uji coba selama 3 bulan. Sehingga, perekonomian masyarakat setempat khususnya warga Magetan dapat pulih kembali dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Pembukaan ini bertujuan untuk memulihkan perekonomian masyarakat setempat agar bergerak kembali. Memasuki tatanan baru New Normal, protokol kesehatan diberlakukan bagi pengunjung maupun tempat wisata,” kata Bupati Suprawoto, Senin (22/6).

Disisi lain, Kepala Disparbud Magetan, Drs. Venly Tomi Nicholas, SH. MM mengungkapkan, dimulainya uji coba New Normal di Magetan, dipraktekkan pada wisata Telaga Sarangan sebagai evaluasi penerapan protokol kesehatan.

“Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan secara ketat, baik kepada pengunjung maupun jasa tempat wisata. Ini berlaku di semua tempat wisata yang ada di Magetan,” ujar Venly.

Selain itu, antisipasi penumpukan pengunjung juga dilakukan Disparbud Magetan, agar tetap menjaga jarak aman (Physical Distancing). “Jadi, selain mengedukasi, para petugas wisata tangguh akan memberikan peringatan kepada para pengunjung dan jasa tempat wisata,” jelas Kepala Disparbud Kabupaten Magetan, Senin (22/6).

Venly juga menegaskan, kepada para pelaku usaha dan jasa tempat wisata harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Apabila ada yang melanggar, akan kita berikan sanksi,” pungkasnya. (Ren/Pr@)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *