Hadapi New Normal, Produk Wastafel Higienis Tanpa Sentuh Kran, Antisipasi Covid-19.

  • Whatsapp

Kabaroposisi.net.|Banyuwangi – Persiapan mengahadapi new normal oleh pemeritah diwajibkan kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, antisipasi penularan dan penyebaran virus corona atau yang disebut dengan Covid-19.

Oleh karenanya, demi membantu pemerintah dalam menghambat dan memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 pada umumnya dan khususnya di Kabupaten Banyuwangi. Maka Riyan Ahmadi (36) tahun warga asli kelahiran Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi menciptakan inovasi pembuatan Wastafel tanpa menyentuh kran.

Riyan Ahmadi yang dibantu kedua temanya (Jarno dan Arif) dalam memproses pembuatan Wastafel tanpa nyentuh kran bertempat di Bengkel Jaya Kampung Maron Baru Desa genteng. Tepatnya di baratnya SMANSA Genteng.

Kepada awak media, Riyan Ahmadi saat dikonfirmasi terkait inovasi cemerlang membuat wastafel tanpa nyentuh kran menyampaikan,

“Usaha kami bergerak di bidang advertising bikin huruf timbul,¬† Runingtex, Baliho dan Neonbox
Semenjak 2 bulan terakhir ini orderan sepi terdampak pandemi covid-19,” ucap Riyan, Senin (22/06/2020).

Dan akhirnya muncul ide bikin wastafel¬† mungkin bisa diterima oleh masyarakat. Cuma wastafel yang kami buat ini beda dari umumnya, yaitu menggunakan pedal kaki,” akunya kepada media.

Masih kata Riyan, “Wastafel yang kami buat ini lebih higienis tanpa harus menyentuh kran air dan sabun. Hanya cukup dengan menginjak pedal,” Inbuhnya.

Riyan juga menuturkan sebagai rasa ucap syukur karena bisa turut serta membantu Pemerintah dalam rangka melawan pandemi covid-19.

Ketika ditanya jangka waktu proses pembuatan wastafel tanpa nyentuh kran dan harga jualnya,

“Untuk durasi proses pembuatan jika materialnya sudah lengkap, hanya memakan waktu 3 sampai 4 hari. Sedangkan untuk harga jualnya 2 juta untuk yang memakai tandon dengan kapasitas air 250 liter. Dan untuk yang kecil harganya lebih murah,” jawab Riyan.

Dari hasil karyanya tersebut oleh Riyan diunggah di Medsos, sehingga banyak masyarakat bahkan Instansi-instansi Pemerintah di Banyuwangi juga tergiur melakukan pemesanan. Tak hanya di Banyuwangi, pesanan pun datang dari daerah lain bahkan luar pulau Seperti Lombok dan Kalimantan.

Pada akhir keteranganya Riyan juga berharap juga sebagai himbauan kepada warga agar selalu berprilaku
hidup sehat patuhi protokol kesehatan dengan cara sering cuci tangan di air mengalir dengan sabun,
Menggunakan masker, dan jaga jarak (Sosial Distanfing/Physical distancing). (ktb).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *