Kapus Kamal Bantah Perihal Video Buruknya Pelayanan Terhadap Masyarakat

  • Whatsapp

KABAROPOSISI.NET|Bangkalan, –Baru baru ini beredar video di media Sosial Facebook tentang buruknya pelayanan Puskesmas Kamal Kecamatan Kamal Kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur, terhadap salah seorang warga setempat.

Dalam unggahan video itu, dijelaskan perihal ketidakpuasan dari keluarga pasien, mulai dari lambannya pelayanan serta kamar yang dibilang penuh sehingga keluarga pasien berinisiatip untuk membawa pulang dan tidak jadi dirawat di Puskesmas tersebut.

Bacaan Lainnya

“Jam tujuh pagi saya mendaftarkan ibu saya ke Puskesmas Kamal karena mengidap penyakit asam lambung, tapi petugas diloket pendaftaran itu hanya bercanda gurau sehingga sampai jam setengah delapan lebih untuk penanganannya. Kemudian saya meminta kepetugas agar ibu saya diinfus namun dibilangnya kamar sudah penuh yang ada hanya kamar bekas Covid-19 akhirnya saya membawa pulang ibu saya,” Kata seorang pria yang ada didalam video tersebut.

Pria yang merasa tidak puas dengan pelayanan Puskesmas itu, akhir mengunggah sebuah video di media sosial facebook dan meminta kepada petinggi petinggi rumah sakit agar ada perbaikan managerial kenerjanya.

“Saya adalah korban dan tolong kepada petinggi-petinggi rumah sakit agar memperbaiki susunannya utamanya dalam hal pelayanan penanganan pasien agar masyarakat merasa nyaman dalam menerima pelayanan dari puskesmas Kamal,” Pungkasnya.

Sementara, Nur Khotibah Kepala Puskesmas Kamal saat dikonfirmasi perihal beredarnya video tentang buruknya pelayanan Puskesmas Kamal yang ia pimpin membantah, karena menurutnya pelayanan di Puskesmas tersebut sudah sesuai dengan SOP.

“Apa yang disampaikan di video itu tidak benar mas, karena pelayanan kami sudah sesuai SOP, untuk kamar inap memang penuh dan pasien ditangani diruang UGD oleh petugas kami, jadi yang dikatakan kamar bekas Covid itu tidak benar yang ada ruang isolasi, sebab jika pasien Covid-19 langsung dirujuk ke rumah sakit Syamrabu Bangkalan,” Jelasnya Nur Khotibah melalui telepon selulernya.

Tambahnya,” Kejadian ini hanyalah mis komunikasi saja antara petugas kami dengan pihak keluarga pasien,”Tuturnya. (Sul)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *